Hoaks Pilkada Bisa Bersifat Lokal dan Menyebar lewat Mulut
Senin, 07 Desember 2020 - 04:34 WIB
Menurutnya, banyak anak-anak muda yang bisa diajak, dan tidak harus dibayar. Mungkin hanya sekedar uang makan saja, karena mereka punya keinginan untuk berkotribusi di hidup mereka. “Kalau jurnalis di daerah kita paham betapa pentingnya, kita butuh pihak lain yang perlu direkrut,” imbuh Anita.
Terakhir, amplifikasi. Jangan terbiasa menunggu sebuah hoaks viral baru diklarifikasi dan debunk (dikounter). Caranya, penyelenggara pemilu di tiap wilayah menjalin networking dengan kelompok jurnalis, tokoh agama, tokoh masyarakat dan kelompo ibu PKK.
“Sehingga, hoaks muncul langsung debunk dengan sengaja sebelum menimbulkan kekacauan, ini preventifnya jangana sampai tunggu viral nggak bisa dikeluarkan debunk,” pungkasnya.
Terakhir, amplifikasi. Jangan terbiasa menunggu sebuah hoaks viral baru diklarifikasi dan debunk (dikounter). Caranya, penyelenggara pemilu di tiap wilayah menjalin networking dengan kelompok jurnalis, tokoh agama, tokoh masyarakat dan kelompo ibu PKK.
“Sehingga, hoaks muncul langsung debunk dengan sengaja sebelum menimbulkan kekacauan, ini preventifnya jangana sampai tunggu viral nggak bisa dikeluarkan debunk,” pungkasnya.
(thm)
Lihat Juga :