Usia 45 Tahun Boleh Beraktivitas, Pemerintah Terlalu Kedepankan Logika Ekonomi

Selasa, 12 Mei 2020 - 17:04 WIB
Turunnya pertumbuhan ekonomi menjadi 2,97 persen itu tidak bisa dielakkan di tengah situasi pandemi Covid-19. Apalagi, Indonesia menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di beberapa wilayahnya. Kebijakan ini berimbas pada pemutusan hubungan kerja (PHK) dan perumahan karyawan.

Di tengah PSBB dan ekonomi memburuk, kebijakan pemerintah menyangkut PSBB pun kerap berubah-ubah. Hal ini menunjukkan pemerintah tidak merancang strategi secara matang. "Perubahan-perubahan mendadak dan inkonsistensi itu terjadi pada elite itu akibat desain penanganan Covid-19 yang tidak kokoh," tutur Ubedilah.

Dia memaparkan, pelonggarn ini demi menghidupkan perekonomian apalagi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tergantung pada pajak. Ekonomi tidak bergerak, APBN bisa jebol. (Baca juga: Gugus Tugas: Masyarakat Punya Harapan untuk Hidup Kembali Normal ).

"Mereka sudah paham ekonominya sudah lampu merah. Ini menurut saya, terlalu percaya diri pada kalkulasi ekonomi yang tidak mengantisipasi kemungkinan terburuk," pungkasnya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!