Libur Akhir Tahun Dipangkas, Begini Reaksi Masyarakat
Jum'at, 04 Desember 2020 - 11:23 WIB
Berdasarkan hasil survei Litbang SINDO Media pada 25-30 November 2020, 74% responden mengaku sudah mengetahui kabar pengurangan libur akhir tahun dan cuti bersama ini.
Sejak beredarnya kabar ini, reaksi prokontra muncul dari masyarakat. Salah seorang responden bernama Nabilah Rahmah, warga Pamulang menyatakan dukungannya kepada pemerintah terkait pengurangan libur ini.“Saya setuju dengan aturan pemerintah yang mengurangi libur akhir tahun dan cuti bersama 2020. Karena takutnya kasusnya tambah naik,” ujarnya.
Nabila juga berharap agar masyarakat bisa bersabar untuk menahan misi liburan lantaran kasus Covid-19 masih tinggi di sejumlah daerah.(Baca juga: Libur Akhir Tahun Dipangkas, Kemendagri Minta Daerah Tetap Lakukan Antisipasi )
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan per 29 November 2020, pasien terkonfirmasi positif yang tercatat sejak kasus pertama hingga saat ini, terus mengalami kenaikan yang saat ini sudah mencapai hingga 534.266 kasus.
Meski demikian, tak semua responden bersikap positif dalam menyambut keputusan pemerintah ini. Euis, responden asal Jakarta mengaku kecewa jika masa liburan dipangkas. Pasalnya, Euis sudah menyiapkan sejumlah agenda kegiatan berlibur di akhir tahun 2020 ini. “Iya kan nanti di bulan Desember banyak cuti bersama jadi dimanfaatin untuk liburan. Sekalian bertemu sanak saudara lainnya,” ujar Euis.( Baca juga: Mencari Calon Presiden 2024 )
Sejak beredarnya kabar ini, reaksi prokontra muncul dari masyarakat. Salah seorang responden bernama Nabilah Rahmah, warga Pamulang menyatakan dukungannya kepada pemerintah terkait pengurangan libur ini.“Saya setuju dengan aturan pemerintah yang mengurangi libur akhir tahun dan cuti bersama 2020. Karena takutnya kasusnya tambah naik,” ujarnya.
Nabila juga berharap agar masyarakat bisa bersabar untuk menahan misi liburan lantaran kasus Covid-19 masih tinggi di sejumlah daerah.(Baca juga: Libur Akhir Tahun Dipangkas, Kemendagri Minta Daerah Tetap Lakukan Antisipasi )
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan per 29 November 2020, pasien terkonfirmasi positif yang tercatat sejak kasus pertama hingga saat ini, terus mengalami kenaikan yang saat ini sudah mencapai hingga 534.266 kasus.
Meski demikian, tak semua responden bersikap positif dalam menyambut keputusan pemerintah ini. Euis, responden asal Jakarta mengaku kecewa jika masa liburan dipangkas. Pasalnya, Euis sudah menyiapkan sejumlah agenda kegiatan berlibur di akhir tahun 2020 ini. “Iya kan nanti di bulan Desember banyak cuti bersama jadi dimanfaatin untuk liburan. Sekalian bertemu sanak saudara lainnya,” ujar Euis.( Baca juga: Mencari Calon Presiden 2024 )
Lihat Juga :