Kasus COVID-19 Meningkat Tajam, Pengamat: Anggaran Triliunan Kemana

Rabu, 02 Desember 2020 - 19:37 WIB
Penularan virus Sars Cov-II di Tanah Air belum terbendung. Sembilan bulan berlalu, keadaan semakin longgar dan jumlah orang terinfeksi COVID-19 telah mencapai 543.975 orang. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Penularan virus Sars Cov-II di Tanah Air belum terbendung. Sembilan bulan berlalu, keadaan semakin longgar dan jumlah orang terinfeksi COVID-19 telah mencapai 543.975 orang.

Jumlah orang yang meninggal dunia mencapai 17.081. Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa hari lalu meminta jajarannya untuk serius menangani pandemi COVID-19 ini. Dua provinsi mendapatkan perhatian khusus, yakni DKI Jakarta dan Jawa Tengah karena kasus positifnya tinggi. (Baca juga: Jokowi: Angka Covid-19 Naik Sedikit, Saya Beri Peringatan Keras)



Pengamat Kebijakan Publik, Trubus Rahadiansyah mengatakan pemerintah harus meningkatkan pengawasan penerapan protokol kesehatan COVID-19. Tentu saja, penegakan hukum bagi pelanggar.

Selama ini, menurutnya, pemerintah lemah dalam monitoring dan evaluasi (monev). Dalam penanganan penyakit menular seperti ini, Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin seharusnya mempunyai rencana jangka pendek, menengah, dan panjang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!