Kasus COVID-19 Meningkat Tajam, Pengamat: Anggaran Triliunan Kemana

Rabu, 02 Desember 2020 - 19:37 WIB
(Klik ini untuk ikuti survei SINDOnews tentang Calon Presiden 2024)

“Harus dievaluasi kelemahannya apa. Kedua, pemerintah kurang melibatkan partisipasi publik. Semua kebijakan isisnya top-down. Maunya pimpinan semua,” ujarnya saat dihubungi SINDOnews, Selasa (1/12/2020).

Sejak awal pandemi, pemerintah telah mengeluarkan banyak aturan. Namun, menurut Dosen Universitas Trisakti itu, pemerintah lemah dalam koordinasi, edukasi, dan penyampaian informasi kepada masyarakat.

Di tengah kasus positif yang terus menanjak, Trubus mengusulkan pemerintah menarik rem alias karantina wilayah selama 14-30 hari. Dia mengutip istilah yang digunakan pemerintah yakni gas dan rem. (Baca juga:Jokowi Kecewa Penanganan COVID-19 Memburuk, Moeldoko: Ini Peringatan Keras)

“Risiko pemerintah mengeluarkan biaya. Toh selama ini anggaran sampai triliunan kemana, di karantina saja beberapa wilayah, mini lockdown atau skala wilayah. Wilayah kategori merah betul-betul ditangani secara serius,” pungkasnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!