PSN Hapus Program Industri Pesawat

Rabu, 02 Desember 2020 - 06:00 WIB
Lebih rinci, proyek terkait jalan dan jembatan sebanyak 15, lima proyek bandara senilai Rp5,66 triliun. Selanjutnya, lima proyek kawasan industri menelan dana Rp327,2 triliun, 13 proyek bendungan dan irigasi senilai Rp21,8 triliun, dan satu proyek tanggul laut dengan anggaran Rp 5,68 triliun, serta dua proyek smelter dan satu proyek penyediaan lahan di Kalimantan Tengah. Proyek ini diharapkan dapat memutar roda perekonomian nasional dalam masa pandemi Covid-19.

Alokasi proyek menyebar. Di Pulau Sumatera, tujuh proyek senilai Rp117 triliun, Pulau Jawa 25 proyek (Rp462 triliun), Pulau Kalimantan 17 proyek (Rp144 triliun), Pulau Sulawesi 8 proyek (Rp208 triliun), Pulau Bali dan Nusa Tenggara 12 proyek (Rp28 triliun), serta Pulau Maluku dan Papua dengan nilai proyek Rp11 triliun. Dan, sebanyak 11 proyek berskala nasional yang menelan pembiayaan sebesar Rp351 triliun.

Apakah PSN yang jumlahnya ratusan itu bisa memikat investor terutama investor asing? Harapan pemerintah seperti itu. Sebab, PSN adalah sarana investasi yang bisa merangsang investor dalam negeri maupun asing untuk menanamkan modal di Indonesia. Apalagi, belakangan ini, China yang menjadi indikator investasi global telah mengubah arah dan target investasi langsung di luar negeri. Arahnya, mengutip laporan American Chamber and Shanghai, tidak lagi ke Amerika Serikat dan Eropa, tetapi ke Asia Tenggara. Kini, bola ada di Indonesia. Kita berharap PSN tidak sekadar matang di konsep, tetapi juga pada implementasi di lapangan.
(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!