Wacana Relaksasi Rumah Ibadah, Kemenag Jangan Jadikan Umat Bahan Percobaan
Selasa, 12 Mei 2020 - 09:53 WIB
"Ini kan bentuk tindakan nekat, sudah tau bahaya tapi masih nyelonong," ucapnya.
Kemenag yang seharusnya menjadi lokomotif pencegah terjadinya penumpukan massa di rumah ibadah justru ingin menekan konsentrasi massa di lokasi tertentu.
"Ini kan memoderasi umat untuk berbondong-bondong ke masjid, ke lokasi tertentu berkumpul dan beribadah, kalau virusnya menjangkiti masyarakat, apakah masjid mau ditutup lagi?" jelasnya.
Karenanya, Alumni UIN Jakarta ini mengimbau pemerintah harus menahan diri dan terus melakukan langkah-langkah preventif guna mencegah penularan wabah semakin meluas. (Baca juga: Skenario Hidup Normal Awal Juni Belum Realistis ).
"Tidak perlu tergesa-gesa, inikan kondisinya belum normal, lakukan upaya preventif itu lebih baik," pungkasnya.
Kemenag yang seharusnya menjadi lokomotif pencegah terjadinya penumpukan massa di rumah ibadah justru ingin menekan konsentrasi massa di lokasi tertentu.
"Ini kan memoderasi umat untuk berbondong-bondong ke masjid, ke lokasi tertentu berkumpul dan beribadah, kalau virusnya menjangkiti masyarakat, apakah masjid mau ditutup lagi?" jelasnya.
Karenanya, Alumni UIN Jakarta ini mengimbau pemerintah harus menahan diri dan terus melakukan langkah-langkah preventif guna mencegah penularan wabah semakin meluas. (Baca juga: Skenario Hidup Normal Awal Juni Belum Realistis ).
"Tidak perlu tergesa-gesa, inikan kondisinya belum normal, lakukan upaya preventif itu lebih baik," pungkasnya.
(kri)
Lihat Juga :