Pigai Desak Kematian 5 Peserta SPPI Diusut Tuntas: Ini Peristiwa yang Serius
Senin, 29 Juni 2026 - 16:27 WIB
loading...
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai. Foto/Mei Sada Sirait
A
A
A
JAKARTA - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menanggapi soal kasus meninggalnya lima peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih. Pigai menegaskan bahwa kasus ini tidak boleh dianggap sepele.
Menurut Pigai, peristiwa tersebut harus diusut tuntas untuk memastikan penyebab kematian sekaligus menghadirkan keadilan bagi para korban. Pigai menegaskan, evaluasi terhadap sistem pelatihan memang perlu dilakukan. Namun, proses tersebut tidak boleh menghilangkan upaya pencarian keadilan atas meninggalnya lima peserta.
"Kalau saya, kematian ini harus dilakukan evaluasi. Tidak bisa dibiarkan, tidak boleh mengabaikan. Karena sekalipun nanti pendidikan dasarnya dievaluasi, itu tidak berarti menghilangkan proses pencarian keadilan terhadap mereka," kata Pigai di Jakarta, Senin (29/6/2026).
Baca Juga: 5 Peserta Program SPPI Meninggal saat Latsarmil, Feri Amsari: Negara Salahi Prinsip Administrasi
Pigai menekankan bahwa nyawa manusia tidak bisa dinilai berdasarkan jumlah korban. Menurutnya, satu korban jiwa pun sudah menjadi persoalan serius yang wajib ditelusuri.
Menurut Pigai, peristiwa tersebut harus diusut tuntas untuk memastikan penyebab kematian sekaligus menghadirkan keadilan bagi para korban. Pigai menegaskan, evaluasi terhadap sistem pelatihan memang perlu dilakukan. Namun, proses tersebut tidak boleh menghilangkan upaya pencarian keadilan atas meninggalnya lima peserta.
"Kalau saya, kematian ini harus dilakukan evaluasi. Tidak bisa dibiarkan, tidak boleh mengabaikan. Karena sekalipun nanti pendidikan dasarnya dievaluasi, itu tidak berarti menghilangkan proses pencarian keadilan terhadap mereka," kata Pigai di Jakarta, Senin (29/6/2026).
Baca Juga: 5 Peserta Program SPPI Meninggal saat Latsarmil, Feri Amsari: Negara Salahi Prinsip Administrasi
Pigai menekankan bahwa nyawa manusia tidak bisa dinilai berdasarkan jumlah korban. Menurutnya, satu korban jiwa pun sudah menjadi persoalan serius yang wajib ditelusuri.
Lihat Juga :