Teror di Sigi Serangan Serius terhadap Kebebasan Beragama

Senin, 30 November 2020 - 17:11 WIB
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid mengutuk keras pembunuhan empat warga dan pembakaran rumah ibadah yang terjadi di Dusun Lewonu, Desa Lemban Tongoa, Palolo, Sigi, Sulawesi Tengah. Foto/SI
JAKARTA - Amnesty International Indonesia mengutuk keras pembunuhan empat warga dan pembakaran rumah ibadah yang terjadi di Dusun Lewonu, Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Amnesty International Indonesia juga menyampaikan duka terdalam kepada keluarga korban dan jemaat Gereja Bala Keselamatan.

"Ini jelas merupakan kekerasan terhadap kelompok warga yang didasarkan pada agama,” ujar Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid dalam keterangan tertulisnya kepada SINDOnews, Senin (30/11/2020). (Baca juga: Aparat dan Tokoh Perlu Yakinkan Masyarakat Teror Sigi Tak Terkait Agama)



Dia menuturkan pembunuhan secara sengaja terhadap laki-laki, perempuan, dan anak-anak tidak pernah dapat dibenarkan. "Apalagi pembunuhan yang dilakukan dengan cara-cara keji seperti itu. Persekusi ini juga merendahkan martabat manusia secara keseluruhan,” tuturnya.

Dia melanjutkan peristiwa itu jelas merupakan sebuah serangan serius terhadap hak untuk melindungi jiwa serta hak untuk menjaga akal berpikir, berkeyakinan dan beragama yang dijamin dalam hukum internasional. Dia mengatakan, hak beragama adalah adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun dan oleh siapapun.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!