Kepulangan Habib Rizieq Ciptakan Gejolak, Presiden Jokowi Perlu Tenangkan Publik

Senin, 23 November 2020 - 06:56 WIB
Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar, Ujang Komaruddin menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) perlu memberikan pernyataan untuk menenangkan publik. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar, Ujang Komaruddin menilai Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) perlu memberikan pernyataan untuk menenangkan publik. Pasalnya sejak kepulangan Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab kondisi politik di Tanah Air begitu bergejolak.

(Baca juga : Direskrimum Polda Metro Jaya Rapat Bareng Penyidik Terkait Acara Habib Rizieq, Apa Hasilnya? )



“Perlu dong (memberikan pernyataan). Ini kan presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan,” ujarnya ketika dihubungi SINDOnews, Senin (23/11/2020). (Baca juga: Kapuspen: Mabes TNI Tak Pernah Perintahkan Copot Baliho Habib Rizieq)

Menurutnya, sudah saatnya Presiden Jokowi turun tangan langsung. Pasalnya Jokowi adalah Presiden seluruh rakyat Indonesia bukan sebagian kelompok saja.

“Jadi harusnya secara politik karena presiden bukan milik kelompok tertentu, milik semua kelompok. Termasuk kalangan oposisi, kalangan FPI. Kan sejatinya harus memberikan statement yang sejuk, yang nyaman, yang bisa menjaga persatuan bangsa ketika di tengah lapangan bergejolak,” jelasnya.

(Baca juga : Honda Civic FD Remuk usai Ditabrak Astrea Prima, Netizen Nggak Nyangka )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!