Partai Masyumi Kembali Bangkit, Begini Sejarahnya

Sabtu, 07 November 2020 - 21:22 WIB
Partai Masyumi kembali hidup setelah tidur selama puluhan tahun. Di hari ulang tahunnya yang ke-75 hari ini, pendirian kembali Masyumi pun dideklarasikan. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Partai Masyumi kembali hidup setelah "tidur" selama puluhan tahun. Di hari ulang tahunnya yang ke-75 hari ini, pendirian kembali Masyumi pun dideklarasikan.

Pembacaan deklarasi dilakukan oleh Ketua Badan Penyelidik Usaha-usaha Partai Islam Ideologis (BPU-PPII) KH Ahmad Cholil Ridwan. "Kami yang bertanda tangan di bawah ini, mendeklarasikan kembali aktifnya Partai Politik Islam Indonesia yang dinamakan Masyumi," ujar Cholil membacakan deklarasi seperti dilihat melalui konferensi video, Sabtu (7/11/2020). (Baca juga: HUT ke-75, Partai Masyumi Resmi Kembali Dideklarasikan)



Sejumlah tokoh dikabarkana masuk menjadi calon Majelis Syuro Partai Masyumi antara lain mantan Menteri Kehutanan MS Kaban, Mantan Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abdullah Hehamahua, dan tokoh lainnya. Lalu bagaimanakah sejarah Partai Masyumi? berikut sejarah singkatnya: (Baca juga: Ditawari Jadi Anggota Majelis Syuro Masyumi, Ustaz Abdul Somad: Siap)

Masyumi lahir pada 7 November 1945 atau tidak lama setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Berdasarkan informasi yang dihimpun, cikal bakal Masyumi sebenarnya sudah dibentuk pada 1943 pada masa penjajahan Jepang. Niat Jepang saat itu adalah untuk menjadikan Masyumi yang merupakan singkatan Majelis Syuro Muslimin Indonesia yang merupakan kelompok Islam sebagai bagian dari strategi politiknya.

Pasca 1945, Masyumi kemudian menjelma menjadi partai politik terbesar. Seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, Masyumi termasuk dalam kategori organisasi Islam. Ketua pertama Masyumi adalah Sukiman Wirdjosandjojo. (Baca juga: Amien Rais Siap Bubarkan Partai Ummat Jika Masyumi Besar)

Masyumi lahir dari berbagai diskusi mengenai masa depan politik Islam yang mendambakan adanya organisasi Islam. Melalui komite yang dipimpin Muhammad Natsir, Pada 7-8 November 1945 digelar Kongres Umat Islam yang diikuti pemimpin muslim serta perwakilan organisasi muslim. Hasilnya, terbentuklah Masyumi. Adapun salah satu yang menjadi faktor Masyumi cepat menjadi besar karena anggotanya duduk di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), bahkan terpilih menjadi perdana menteri, seperti Muhammad Natsir dan Burhanuddin Harahap. (Baca juga: Masyumi Reborn dan Partai Ummat Bakal Bersinergi)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!