Peran Platform dalam Bonanza UMKM Digital

Selasa, 03 November 2020 - 05:33 WIB
Menjawab Tantangan

Mitos terkait sulitnya sektor mikro bergabung dalam ekosistem digital mudah dipatahkan dengan kehadiran beberapa aplikasi yang user friendly. Sebut saja Grab yang memiliki aplikasi GrabMerchant, di mana pelaku usaha UMKM saling terhubung untuk memasok bahan baku juga terhubung ke konsumen dalam aplikasi yang sama. Terdapat 350.000 unit UMKM baru yang bergabung dalam Grab selama masa pandemi sehingga hal ini mempermudah UMKM mendapatkan pasokan bahan baku yang pasti dengan biaya logistik yang terjangkau. Seperti diketahui, biaya logistik secara nasional mencapai 23,5% terhadap PDB. Ongkos kirim jadi kendala penting juga bagi UMKM.

GrabMerchant juga mampu menjadi jalan keluar dalam pemasaran digital pelaku UMKM. Dengan biaya pemasaran yang sangat terjangkau, akses pasar untuk memperluas konsumen pun menjadi lebih luas. Di sisi lain, GrabMerchant telah bekerja sama dengan pemerintah di berbagai daerah untuk mendorong akses pelaku usaha mikro terhadap digitalisasi. Di Medan misalnya terdapat kerja sama antara PD Pasar Jaya untuk onboarding lebih dari 6.000 pedagang di enam pasar tradisional melalui GrabMart. Di Yogyakarta, GrabMerchant membantu dengan cara mitra pengantaran barang UMKM binaan pemerintah daerah melalui aplikasi SiBakul. Sementara itu sebanyak 600 pedagang di 40 pasar di Solo, Kudus, Pati, dan Tegal telah tergabung dalam GrabMart.

Tentunya sebagai langkah mendukung akselerasi kerja sama platform dan UMKM, maka akses internet perlu terus disempurnakan. Hal ini terkait dengan masalah infrastruktur yang belum merata. Pengusaha di luar Jawa misalnya, banyak yang belum tersentuh bonanza ekonomi digital karena koneksi internet yang belum stabil. Perbaikan terhadap infrastruktur internet mendesak untuk dilakukan. Data dari Speedtest Index menunjukkan ranking Indonesia dalam kecepatan internet di 114 dengan rata-rata kecepatan 16.9 Mbps. Ranking ini salah satu yang terendah di ASEAN karena Malaysia di urutan ke-85 dan Vietnam ke-62.

Dengan 57 juta unit UMKM di Indonesia dan potensi terhubung dengan platform digital, bukan tidak mungkin pandemi justru menjadi batu lompatan ekonomi yang besar. Pandemi mengajarkan UMKM bahwa kebutuhan akan digitalisasi menjadi tidak bisa dihindari. Hanya dengan masuk ke dalam ekosistem digital, omzet bisa dijaga, karyawan bisa terus bekerja. Kesempatan bonanza digital harus terus dipertahankan sehingga menjadi perubahan yang sifatnya permanen. Pemerintah pun pasti memerlukan kerja sama antara platform dan UMKM untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Bayangkan saja jika 350.000 UMKM yang bergabung dalam platform seperti GrabMerchant itu berapa banyak pekerja yang tadinya menganggur bisa kembali bekerja?
(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!