Pusat Minta Daerah Segera Setor Data Penerima Bansos
Jum'at, 08 Mei 2020 - 19:10 WIB
Menteri Sosial Juliari P Batubara. Fotp/Dok SINDOews
JAKARTA - Pendistribusian bantuan sosial masih terkendala data penerima, khususnya bantuan sosial jenis bantuan langsung tunai (BLT) yang bersumber dari Kementerian Sosial (Kemensos) dan Dana Desa.
Seperti diketahui, dua bantuan ini sama-sama bersumber langsung dari APBN, sehingga tidak boleh tumpang tindih satu sama lain. "Kami sangat berharap daerah dalam hal ini pemkab dan pemkot memberikan kami data yang akurat. Sehingga bansos tunai ini dapat disalurkan secara tepat," kata Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara saat konferensi pers di Kantor Presiden, Jumat (8/5/2020).
Dia mengatakan, BLT dari Kemensos akan disalurkan untuk 9 juta keluarga penerima. Data penerima tidak saja berasal dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Pemda diberikan kelonggaran untuk memberikan data lain terkait keluarga yang terdampak Covid-19. (Baca juga: Angka Kemiskinan Diprediksi Capai 12%, Pemerintah Antisipasi Kelompok Miskin Baru ).
"Dari target 9 juta KK hari ini, kami belum mendapatkan 100% 9 juta KK dari daerah. Yang sudah kami dapatkan sekitar 7,8 juta KK. Sehingga masih ada daerah-daerah belum mengirimkan datanya," ungkapnya.
Seperti diketahui, dua bantuan ini sama-sama bersumber langsung dari APBN, sehingga tidak boleh tumpang tindih satu sama lain. "Kami sangat berharap daerah dalam hal ini pemkab dan pemkot memberikan kami data yang akurat. Sehingga bansos tunai ini dapat disalurkan secara tepat," kata Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara saat konferensi pers di Kantor Presiden, Jumat (8/5/2020).
Dia mengatakan, BLT dari Kemensos akan disalurkan untuk 9 juta keluarga penerima. Data penerima tidak saja berasal dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Pemda diberikan kelonggaran untuk memberikan data lain terkait keluarga yang terdampak Covid-19. (Baca juga: Angka Kemiskinan Diprediksi Capai 12%, Pemerintah Antisipasi Kelompok Miskin Baru ).
"Dari target 9 juta KK hari ini, kami belum mendapatkan 100% 9 juta KK dari daerah. Yang sudah kami dapatkan sekitar 7,8 juta KK. Sehingga masih ada daerah-daerah belum mengirimkan datanya," ungkapnya.
Lihat Juga :