Muktamar PPP Dipanaskan Isu Private Jet Suharso Monoarfa
Jum'at, 30 Oktober 2020 - 13:41 WIB
Plt Ketum PPP Suharso Monoarfa bersama rombongan usai turun dari private jet saat kunjungan ke daerah. FOTO/ISTIMEWA
JAKARTA - Muktamar Partai Persatuan Pembangunan (PPP) baru akan digelar Desember 2020 mendatang. Namun, saat ini suasana internal mulai 'memanas' antar kandidat calon ketua umum. Peyebabnya adalah calon incumbent, Suharso Monoarfa yang menggunakan private jet saat roadshow ke daerah-daerah.
Plt Ketum PPP itu diketahui mengunjungi Sumatera Utara dan Nangroe Aceh Darussalam menggunakan private jet. Kabar ini kemudian dibenarkan anggota Majelis Pakar PPP, Nizar Dahlan.
Foto Suharso bersama Sekjen PPP, Arsul Sani turun dari private jet beredar di grup WhatsApp. Di dalam foto itu, Suharso Monoarfa dan Sekjen PPP Arsul Sani sedang disambut oleh pengurus PPP daerah dan diberikan slempang hijau. "Ini Ketua umum PPP menyewa pesawat ke Medan dan Aceh urusan partai, dari mana uangnya. Harus dijelaskan," ujar Nizar, Jumat (30/10/2020). (Baca juga: Muktamar PPP Tetap Digelar Setelah Pilkada 2020 )
Dia pun mempertanyakan apakah memakai uang partai, dana kementerian atau dana pribadi. Kader dan umat harus mengetahui dengan jelas dana apa yang dipakai untuk menyewa pesawat pribadi.
Ditegaskan Nizar, untuk menyewa pesawat pribadi tidak murah. Biayanya sangat mahal. "Sementara rakyat lagi menjerit dalam kemiskinan dan kelaparan. Plt ketum malah pakai jet pribadi untuk konsolidasi," ujarnya.
Melihat tingkah laku calon ketum seperti ini, kata Nizar, sangat tidak simpati dan empati terhadap penderitaan kader PPP dan masyarakat yang sedang kesusahan untuk membiayai kebutuhan hidup.
Plt Ketum PPP itu diketahui mengunjungi Sumatera Utara dan Nangroe Aceh Darussalam menggunakan private jet. Kabar ini kemudian dibenarkan anggota Majelis Pakar PPP, Nizar Dahlan.
Foto Suharso bersama Sekjen PPP, Arsul Sani turun dari private jet beredar di grup WhatsApp. Di dalam foto itu, Suharso Monoarfa dan Sekjen PPP Arsul Sani sedang disambut oleh pengurus PPP daerah dan diberikan slempang hijau. "Ini Ketua umum PPP menyewa pesawat ke Medan dan Aceh urusan partai, dari mana uangnya. Harus dijelaskan," ujar Nizar, Jumat (30/10/2020). (Baca juga: Muktamar PPP Tetap Digelar Setelah Pilkada 2020 )
Dia pun mempertanyakan apakah memakai uang partai, dana kementerian atau dana pribadi. Kader dan umat harus mengetahui dengan jelas dana apa yang dipakai untuk menyewa pesawat pribadi.
Ditegaskan Nizar, untuk menyewa pesawat pribadi tidak murah. Biayanya sangat mahal. "Sementara rakyat lagi menjerit dalam kemiskinan dan kelaparan. Plt ketum malah pakai jet pribadi untuk konsolidasi," ujarnya.
Melihat tingkah laku calon ketum seperti ini, kata Nizar, sangat tidak simpati dan empati terhadap penderitaan kader PPP dan masyarakat yang sedang kesusahan untuk membiayai kebutuhan hidup.
Lihat Juga :