Jokowi Sorot Komunikasi Publik, Kemkominfo: Humas Jangan Cuma Bikin Rilis

Selasa, 27 Oktober 2020 - 14:08 WIB
Dia juga menekankan perlu ada kesamaan irama dalam orkestrasi komunikasi publik pemerintah. Terlebih lagi, ia mengakui sejauh ini komunikasi ke publik masih belum optimal sehingga perlu ditingkatkan lagi.

“Kita banyak PR (pekerjaan rumah) sejak disahkannya UU Omnibus Law. Jangan sampai ada ketidakpercayaan publik. Sejauh ini komunikasi publik pemerintah memang kerap mendapat sorotan. Ini tanggung jawab kita untuk memberikan pengertian kepada masyarakat,” ujarnya.

(Baca: Ray Rangkuti: Komunikasi Kabinet Jokowi Periode II Memang Buruk)

Staf Ahli Kominfo Basuki Agus Suparno menegaskan seluruh Diskominfo di daerah telah memiliki buku petunjuk teknis yang lengkap untuk menjalankan kegiatan komunikasi publik. Di dalam buku juknis itu terdapat pedoman tidak hanya bagaimana menulis berita rilis semata, tetapi juga tentang mengelola media di masing-masing daerah.

“Diskominfo harus punya kemampuan skill membuat siaran pers dan mengelola ruang pers, kemampuan mengelola kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan media, seperti kunjungan pers, kunjungan media, dan pemantauan siaran pers dan media. Kalau ini berjalan dengan optimal, tentu komunikasi publik kita akan dinilai baik,” tutur Basuki.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!