Hendropriyono Tulis Buku Gaya Kepemimpinan dari Bung Karno Sampai Jokowi
Jum'at, 08 Mei 2020 - 09:31 WIB
Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), AM Hendropriyono meluncurkan buku gaya kepemimpinan dari Presiden Soekarkno sampai Jokowi. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Usia tak menghalangi mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), AM Hendropriyono untuk terus bergelut dalam pemikiran dan ide kebangsaan. Melalui, buku kecil semacam autobiografi dan catatan pribadi tentang pengetahuan dan pengalamannya selama ini, Hendropriyono menulis buku berjudul 'SPY IS' yakni Sebagian Pengalaman Yang Saya Ingat.
Hendropriyono menyatakan, sebagai subjek penulisan mereka adalah para Presiden atau Wakil Presiden dan beberapa orang tertentu, sejak negara kita merdeka sampai dengan hari ini, dalam usianya yang ke 75 tahun.
Menurut dia, sistematika penulisan terdiri atas 8 (delapan) bagian, yaitu bagian pertama sampai dengan ketujuh secara berturut-turut, ketika hidupnya berada di zaman proklamasi kemerdekaan sampai dengan hari saat buku ini diluncurkan. "Bagian Pertama dari buku ini berjudul Zaman Revolusi Fisik, karena Presiden RI pertama Bung Karno sampai akhir hayatnya menyatakan, bahwa revolusi kita belum selesai," tutur Hendropriyono, Jumat (8/5/2020).
Bagian kedua, lanjut dia, berjudul Zaman Pembangunan Sektor Makro, karena pemikiran Presiden kedua Soeharto bertumpu pada pembangunan. Bagian ketiga berjudul Zaman Reformasi, karena Presiden ketiga BJ Habibie mereformasi negara ke arah liberalisme. Bagian Keempat adalah Zaman Penyatuan dan
Hendropriyono menyatakan, sebagai subjek penulisan mereka adalah para Presiden atau Wakil Presiden dan beberapa orang tertentu, sejak negara kita merdeka sampai dengan hari ini, dalam usianya yang ke 75 tahun.
Menurut dia, sistematika penulisan terdiri atas 8 (delapan) bagian, yaitu bagian pertama sampai dengan ketujuh secara berturut-turut, ketika hidupnya berada di zaman proklamasi kemerdekaan sampai dengan hari saat buku ini diluncurkan. "Bagian Pertama dari buku ini berjudul Zaman Revolusi Fisik, karena Presiden RI pertama Bung Karno sampai akhir hayatnya menyatakan, bahwa revolusi kita belum selesai," tutur Hendropriyono, Jumat (8/5/2020).
Bagian kedua, lanjut dia, berjudul Zaman Pembangunan Sektor Makro, karena pemikiran Presiden kedua Soeharto bertumpu pada pembangunan. Bagian ketiga berjudul Zaman Reformasi, karena Presiden ketiga BJ Habibie mereformasi negara ke arah liberalisme. Bagian Keempat adalah Zaman Penyatuan dan
Lihat Juga :