Hendropriyono Tulis Buku Gaya Kepemimpinan dari Bung Karno Sampai Jokowi

Jum'at, 08 Mei 2020 - 09:31 WIB
Toleransi, karena Presiden keempat Gus Dur berusaha mengembangkan toleransi antar umat. "Bagian Kelima adalah Zaman Gotong-Royong Nasional, karena Presiden kelima Megawati Sukarnoputri bertumpu pada hakikat Pancasila," papar dia.

Bagian keenam, kata Hendro sapaan akrabnya adalah Zaman Rekonsiliasi dan Zero Enemy, karena Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono, ingin meniadakan permusuhan. Bagian ketujuh adalah Zaman Pembangunan Sektor Riel, karena Presiden Jokowi terfokus kepada infrastruktur pembangunan. Bagian kedelapan adalah pelajaran yang dapat dipetik, karena merupakan kesimpulan yang bermanfa’at bagi dirinya.

"Tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada mereka, penyebutan predikat atau kata ganti terhadap orang ketiga dalam tulisan ini adalah sesuai dengan yang biasa saya gunakan dalam

hubungan pribadi kami atau kebiasaan umum yang menyebutnya waktu itu," ucap dia.

Misalnya, kata Hendro, predikat Bung untuk Presiden Sukarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta, sebutan mas Rudi untuk Presiden BJ Habibie, kata ganti diri lu dan gua dengan Gus Dur, Mbak Mega untuk Presiden Megawati, dan Bambang untuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Jokowi untuk Presiden Joko Widodo.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!