Jangan Paksakan Berlibur

Senin, 26 Oktober 2020 - 06:14 WIB
Namun, bisa ditebak imbauan itu diperkirakan tidak akan cukup mampu menahan pergerakan masyarakat untuk berlibur karena tidak dibarengi perangkat kebijakan di sektor lainnya. Jika sudah begitu, para pemangku kepentingan harus siap-siap apabila terjadi lonjakan jumlah pasien baru korona. Data terkini dari Satgas Penanganan Covid-19 menyebutkan, hingga Minggu (25/10) terjadi penambahan kasus positif sebanyak 3.732 orang sehingga total akumulasi mencapai 389.712 orang. Sementara jumlah orang meninggal bertambah 94 orang menjadi 13.299 orang. Adapun penambahan pasien sembuh sebanyak 4.545 orang atau total akumulasi sebanyak 313.764 orang.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penyebaran Covid-19 belum bisa dikendalikan secara signifikan. Setiap harinya masih ada ribuan kasus positif yang dilaporkan. Tentu, ini seharusnya menjadi alarm bagi kita semua bahwa virus korona masih ada di sekitar kita. Jangan sampai euforia liburan panjang kali ini justru menyebabkan munculnya kluster baru. Apalagi, jika tujuan berlibur kali ini untuk bertemu keluarga besar. Ingat, dua bulan terakhir ini banyak kasus Covid-19 yang datang dari kluster keluarga.

Maka itu, ada baiknya apabila di musim liburan panjang ini masyarakat bisa menahan diri untuk bepergian guna mengurangi interaksi dengan orang lain. Kalaupun terpaksa melakukan perjalanan bersama keluarga, pastikan menerapkan protokol kesehatan seketat mungkin.

Di sisi lain, libur panjang pekan ini bisa jadi merupakan kesempatan bagi para pelaku usaha di sektor pariwisata untuk kembali bergeliat, terutama di daerah. Maklum, sektor ini sudah tujuh bulan nyaris lumpuh karena fasilitas wisata ditutup seiring diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sebagian masyarakat pelaku usaha yang mengandalkan sektor pariwisata sebagai mata pencaharian juga berharap musim liburan ini bisa menghasilkan pendapatan demi memutarkan roda ekonomi keluarga.

Namun, perlu diingatkan bahwa saat masa liburan panjang ini, potensi penyebaran Covid-19 cukup tinggi. Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo pekan lalu mengingatkan bahwa potensi penyebaran virus korona saat liburan harus diwaspadai. Dia berkaca pada masa liburan sebelumnya, yakni saat Lebaran, liburan 17 Agustus, dan Iduladha pada akhir Agustus lalu. Tiga periode liburan itu, menurutnya, menyebabkan bertambahnya kasus positif Covid-19 yang cukup signifikan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!