Jumhur Hidayat, Dari Dukung SBY, Jokowi Hingga Prabowo

Sabtu, 17 Oktober 2020 - 07:30 WIB
Foto Jumhur Hidayat. Dia menjadi salah satu tokoh Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang ditahan Kepolisian. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Jumhur Hidayat menjadi salah satu tokoh Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang ditahan Kepolisian. Dia ditetapkan sebagai tersangka pelanggaran Undang-undang (UU) tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) karena dituduh telah melakukan penghasutan terkait demonstrasi penolakan Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker).

Lalu, seperti apa profil Jumhur Hidayat? Pria kelahiran Bandung 18 Februari 1968 ini pernah menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) era Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Selama tujuh tahun, 11 Januari 2007 hingga 11 Maret 2014, Jumhur Hidayat menjabat BNP2TKI.



Pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2014 silam, Jumhur Hidayat menjadi pendukung Pasangan Joko Widodo (Jokowi) - Jusuf Kalla (JK). Saat itu, Jumhur Hidayat menjabat sebagai deklarator relawan Jokowi yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Merdeka (ARM).

Kemudian, pada Pilpres 2019, Jumhur Hidayat mendukung Pasangan Prabowo Subianto - Sandiaga Salahuddin Uno. Alasannya, dia kecewa pada kinerja Jokowi yang dianggap berbeda dengan yang diharapkan. (Baca juga; KAMI Galang Petisi Bebaskan Syahganda Dkk )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!