Kejagung Dalami Kasus Dugaan Korupsi Maryono
Kamis, 15 Oktober 2020 - 22:39 WIB
Kapuspenkum Kejagung Hari Setiyono menyatakan, pihaknya memeriksa 2 orang saksi terkait dengan dugaan perkara tindak pidana korupsi dengan tersangka mantan Dirut BTN H Maryono. FOTO/DOK.SINDOnews
JAKARTA - Penyidik Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus memeriksa dua orang saksi yang terkait dengan dugaan perkara tindak pidana korupsi dengan tersangka mantan Dirut Bank Tabungan Negara (BTN) H Maryono.
"Dua orang saksi yang diperiksa yakni Bona Pasogit Rumapea selaku Kepala PT Bank BTN Cabang Samarinda dan Viator Simbolon selaku Mantan Kepala Devisi Commercial Lending PT BTN," kata Kapuspenkum Kejagung Hari Setiyono dalam keterangan tertulis, Kamis (15/10/2020).
Pemeriksaan saksi dilakukan guna mencari fakta hukum terkait pemberian atau gratifikasi kepada mantan Direktur Utama PT BTN yang kini telah mendekam di tahanan itu. Pemeriksaan juga dilakukan untuk mengetahui teknis dan caranya serta maksud dan tujuan pemberian uang tersebut. (Baca juga: BTN Pastikan Likuiditas Kuat dengan LDR di Bawah 95% )
"Pemeriksaan saksi itu sendiri dilakukan guna mencari serta mengumpulkan bukti yang dengan bukti itu membuat terang tentang tindak pidana yang terjadi dan guna menemukan tersangkanya, sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam pasal 1 angka 2 KUHAP," katanya.
"Dua orang saksi yang diperiksa yakni Bona Pasogit Rumapea selaku Kepala PT Bank BTN Cabang Samarinda dan Viator Simbolon selaku Mantan Kepala Devisi Commercial Lending PT BTN," kata Kapuspenkum Kejagung Hari Setiyono dalam keterangan tertulis, Kamis (15/10/2020).
Pemeriksaan saksi dilakukan guna mencari fakta hukum terkait pemberian atau gratifikasi kepada mantan Direktur Utama PT BTN yang kini telah mendekam di tahanan itu. Pemeriksaan juga dilakukan untuk mengetahui teknis dan caranya serta maksud dan tujuan pemberian uang tersebut. (Baca juga: BTN Pastikan Likuiditas Kuat dengan LDR di Bawah 95% )
"Pemeriksaan saksi itu sendiri dilakukan guna mencari serta mengumpulkan bukti yang dengan bukti itu membuat terang tentang tindak pidana yang terjadi dan guna menemukan tersangkanya, sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam pasal 1 angka 2 KUHAP," katanya.
Lihat Juga :