Tiga Bank Syariah Satukan Kekuatan

Rabu, 14 Oktober 2020 - 06:32 WIB
Langkah Kementerian BUMN menggabungkan ketiga bank syariah tersebut disambut antusias oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebagaimana selalu ditegaskan Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso dalam berbagai kesempatan bahwa Indonesia harus memiliki lembaga keuangan syariah yang besar. Pihak OJK memang sudah lama “mengidankam” perbankan syariah masuk kelompok Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) IV, yakni bank dengan modal inti di atas Rp30 triliun sehingga daya saing menjadi lebih kuat.

Lalu, bagaimana dengan kinerja perbankan syariah di era pandemi Covid-19 yang telah memorak-porandakan perekonomian nasional? Perbankan syariah dinyatakan masih mampu bertahan dari dampak serangan virus korona. Setidaknya terlihat dari indikator penguasaan pangsa pasar (market share) yang terus bertumbuh dari sebesar 5,78% pada 2017 menjadi 6,18% pada Juni 2020. Selain itu, Ketua Umum Perkumpulan Bank Syariah Indonesia (Asbisindo), Toni E.B Subari mengklaim bahwa perbankan syariah nasional terus berkembang dengan pertumbuhan yang menggembirakan. Tercermin dari pertumbuhan baik aset, pembiayaan, dana pihak ketiga yang semakin tinggi. Sayangnya, pihak Asbisindo tidak menunjukkan angka-angka kinerja yang diklaim bertumbuh pesat.

Tahun lalu, perbankan syariah menunjukkan pertumbuhan double digit dengan market share pembiayaan naik menjadi 5%. Data terbaru OJK menunjukkan mayoritas pembiayaan bank syariah digelontorkan pada sektor bukan lapangan usaha, seperti pemilik rumah tinggal sebesar Rp83,7 triliun, pemilik peralatan rumah tangga lainnya atau multiguna sebesar Rp55,8 triliun.

Kembali kepada langkah Kementerian BUMN menggabungkan tiga bank syariah pelat merah, ini memang harus diapresiasi dengan baik. Indonesia dengan populasi umat muslim terbesar di dunia sudah sepantasnya memiliki bank syariah yang besar dan kuat pula. Jadi, bank syariah terutama yang dimiliki negara tak perlu banyak cukup satu bank tetapi bisa diandalkan. Kita berharap bank hasil merger nanti bisa mengantarkan Indonesia menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah di dunia. (*)
(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!