Ini Masalah-Masalah Temuan Komnas HAM Selama Penanganan Covid-19
Senin, 12 Oktober 2020 - 15:31 WIB
Komnas HAM mendapati masih kurangnya perlindungan kesehatan terhadap tenaga medis. Apalagi pada Maret-Juni, penyaluran alat pelindung diri (APD) dari pemerintah masih sering terlambat. Bahkan, masyarakat bahu-membahu membantu kebutuhan APD petugas medis.
(Baca: Minta Daerah Jangan Sok-sokan Lockdown, Pernyataan Jokowi Membingungkan Masyarakat)
Ketiga, Sandrayati mengungkapkan penanganan pasien Covid-19 bagi penyandang disabilitas pun bermasalah. ada kasus empat orang penyandang disabilitas yang ditolak Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet karena tidak ada perawat khusus untuk mereka.
Padahal dalam situasi bencana, penyandang disabilitas harusnya mendapatkan prioritas penanganan. Komnas HAM menyoroti masa pelonggaran pembatasan sosial yang mulai menimbulkan klaster-klaster di perkantoran, pabrik, dan restoran.
“Kami melihat risiko (penyebaran Covid-19) terhadap pekerja. Hak ekonomi, tidak boleh mengalami penurunan. kesehatan buruh dan keluarganya harus tetap dipenuhi,” pungkasnya.
(Baca: Minta Daerah Jangan Sok-sokan Lockdown, Pernyataan Jokowi Membingungkan Masyarakat)
Ketiga, Sandrayati mengungkapkan penanganan pasien Covid-19 bagi penyandang disabilitas pun bermasalah. ada kasus empat orang penyandang disabilitas yang ditolak Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet karena tidak ada perawat khusus untuk mereka.
Padahal dalam situasi bencana, penyandang disabilitas harusnya mendapatkan prioritas penanganan. Komnas HAM menyoroti masa pelonggaran pembatasan sosial yang mulai menimbulkan klaster-klaster di perkantoran, pabrik, dan restoran.
“Kami melihat risiko (penyebaran Covid-19) terhadap pekerja. Hak ekonomi, tidak boleh mengalami penurunan. kesehatan buruh dan keluarganya harus tetap dipenuhi,” pungkasnya.
(muh)
Lihat Juga :