Bendungan Menjawab Tantangan dan Harapan

Senin, 12 Oktober 2020 - 06:23 WIB
Nirwono Joga
Nirwono Joga

Peneliti pada Pusat Studi Perkotaan



MEMASUKI musim hujan saatnya kita membendung air hujan yang melimpah demi menjamin ketersediaan air. Air hujan bisa digunakan memenuhi kebutuhan air baku bagi masyarakat, mengairi irigasi pertanian, untuk penggerak pembangkit listrik, serta mengendalikan banjir.

Indonesia memiliki 220 bendungan eksisting, yang 189 di antaranya dikelola Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR). Daya tampung bendungan mencapai 7,07 miliar meter kubik (m3). Pulau Jawa memiliki 79 bendungan (5,48 miliar m3), Bali-Nusa Tenggara 92 bendungan (304,77 juta m3), Sumatera 7 bendungan (828,13 juta m3), Kalimantan 6 bendungan (25,71 juta m3), Sulawesi 4 bendungan (430,80 juta m3), Maluku 1 bendungan (0,27 juta m3).

Adapun bendungan eksisting non-Kementerian PUPR sebanyak 31 dengan daya tampung 5,39 miliar m3.

Kementerian PUPR berencana meningkatkan layanan yang disuplai dari 61 bendungan baru secara bertahap, yakni dari kapasitas tampungan 12,42 miliar m3 (220 bendungan eksisting, 2014), menjadi 13,53 miliar m3 (235 bendungan, ada 15 bendungan selesai, 2019), dan 16,25 miliar m3 (281 bendungan, ada total 61 bendungan selesai, 2024). Hal ini akan meningkatkan layanan air baku 169,60 m3/detik (2014), 176,19 m3/detik (2019), dan 222,08 m3/detik (2024).

Untuk layanan irigasi, meningkat dari nonwaduk 6.383.636 hektare (ha) dan waduk 761.542 ha (2014), nonwaduk 6.273.527 ha dan waduk 871.641 ha (15 bendungan selesai, 2019), nonwaduk 5.975.371 ha dan waduk 1.169.797 ha (61 bendungan selesai, 2024).

Sedangkan layanan listrik turut meningkat dari 5.897 MW (2014), 6.011 MW (peningkatan 114,17 MW, 2019), 6.151 MW (peningkatan 254,83 MW, 2024). Volume tampungan total 61 bendungan ditargetkan mencapai 3,82 miliar m3.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!