Surati Jokowi, Din Syamsuddin Tunjukkan Pangkal Kegaduhan di Indonesia

Senin, 05 Oktober 2020 - 22:27 WIB
Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), M Din Syamsuddin menuliskan surat terbuka kepada Presiden Jokowi. FOTO/DOK.SINDOphoto
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) optimistis bisa mengatasi pandemi COVID-19 di Indonesia. Syaratnya, tidak ada yang membuat polemik dan bikin gaduh.

"Yang penting dalam situasi seperti ini, jangan ada yang berpolemik dan jangan ada yang membuat kegaduhan-kegaduhan," kata Jokowi dalam rekaman video yang diunggah Sekretariat Presiden, Sabtu (3/10/2020).



Atas pernyataan ini, Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) , M Din Syamsuddin menuliskan surat terbuka kepada Presiden Jokowi. Menurutnya, gaduh tidaknya kehidupan suatu bangsa sangat tergantung kepada pemimpinnya. (Baca juga: Minta Daerah Jangan Sok-sokan Lockdown, Pernyataan Jokowi Membingungkan Masyarakat )

"Hitam-putih atau baik-buruknya seperti gaduh tidak gaduhnya kehidupan sesuatu bangsa sangat tergantung kepada pemimpin bangsa itu sendiri. Pemimpin, sebagai pemangku amanat, adalah yang paling bertanggung jawab atas kepemimpinannya. (Hadits Nabi: Setiap pemimpin bertanggung jawab atas rakyat yang dipimpinnya)," tulis Din.

Berikut ini salinan utuh surat terbuka Din Syamsuddin yang diterima redaksi SINDOnews, Senin (5/10/2020) malam: (Baca juga: Fadli Zon Ajak Presiden Jokowi Merenung )

SURAT TERBUKA

Dari M. Din Syamsuddin

Presidium KAMI/Warga Negara

Kepada Yang Mulia

Bapak Ir. Joko Widodo

Presiden Republik Indonesia

MARI CIPTAKAN KEHIDUPAN NASIONAL YANG TIDAK GADUH DARI DIRI SENDIRI

Assalamu'alaiku Wr. Wb.

Yang Mulia Bapak Presiden Ir. Joko Widodo,

Semula kami berpikir tidak ingin mengirim surat ini khawatir akan (dianggap) menciptakan kegaduhan.

Namun, lewat Istikharah kami tergerak untuk menulisnya khawatir imbauan Bapak Presiden agar rakyat tidak menciptakan kegaduhan akan menjadi self fullfilling prophecy atau hal yang justeru akan menciptakan kegaduhan itu sendiri.

Pada hemat kami, hitam-putih atau baik-buruknya seperti gaduh tidak gaduhnya kehidupan sesuatu bangsa sangat tergantung kepada pemimpin bangsa itu sendiri. Pemimpin, sebagai pemangku amanat, adalah yang paling bertanggung jawab atas kepemimpinannya. (Hadits Nabi: Setiap pemimpin bertanggung jawab atas rakyat yang dipimpinnya).

Maka besar harapan kami agar Bapak Presiden melakukan langkah-langkah nyata untuk menciptakan suasana kehidupan yang damai, adem, dan tenteram dalam kehidupan bangsa Indonesia.

Untuk itu kiranya perlu dicari faktor-faktor penyebab kegaduhan/sekaligus menjadi faktor-faktor pendorong ketakgaduhan.

Para ahli bersepakat faktor-faktor itu terkait dengan kejujuran, keadilan, dan kesejahteraan.

Jika ketiga hal demikian tersedia, maka kedamaian, ketenangan, dan ketenteraman akan menjelma.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!