Hotel Isolasi Dibuka, Beban Tenaga Kesehatan di RS Wisma Atlet Berkurang

Senin, 05 Oktober 2020 - 16:55 WIB
Sejumlah WNI yang baru kembali dari luar negeri usai menjalani swab test di Wisma Atlet, Pademangan, Jakarta Utara, Minggu (27/9/2020). FOTO/DOK.SINDOnews/ISRA TRIANSYAH
JAKARTA - Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa ada peningkatan pada kasus orang tanpa gejala (OTG) COVID-19 . Untuk menanganinya, pemerintah telah menyiapkan sarana prasarana dan berkolaborasi dengan pihak swasta untuk menyiapkan fasilitas isolasi secara mandiri . Ada beberapa hotel baik di Ibu Kota maupun luar daerah yang digunakan untuk fasilitas isolasi mandiri.

Lalu, bagaimana pengaruhnya pembukaan hotel-hotel untuk isolasi mandiri COVID-19 terhadap tingkat hunian di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet yang selama ini digunakan untuk isolasi pasien COVID-19, terutama di DKI Jakarta?



Koordinator Rumah Sakit Darurat COVID-19, Mayjen TNI dr Tugas Ratmono mengatakan bahwa pembukaan hotel isolasi mandiri merupakan bentuk kolaborasi dalam penanganan COVID-19. "Yang paling penting justru pertama ini tentunya sesuai dengan Ulang Tahun TNI saat ini Sinergi untuk Negeri, ya saya kira inilah suatu sinergitas dari penanganan COVID ya," katanya di Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Graha BNPB Jakarta, Senin (5/10/2020). (Baca juga: DKI Pastikan Isolasi Mandiri di Hotel Berjalan Baik, 177 Kamar Sudah Terisi )

"Yang tadinya kan kita siapkan untuk flat isolasi mandiri di Wisma Atlet yang paling banyak di sana. Kemudian saat ini sudah mulai disiapkan dari isolasi mandiri di hotel-hotel ya, baik bintang 2 maupun sampai bintang 3 yang disiapkan oleh pemerintah. Inilah bentuk dari suatu sinergitas saya kira yang paling penting," ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!