Relawan Komduk Penanganan Corona Ala Menhan Prabowo Dikritik
Rabu, 06 Mei 2020 - 04:07 WIB
"Komduk itu bukan relawan. Dia komponen pertahanan negara yang digunakan melalui mobilisasi sebagai komponen cadangan dalam menghadapi ancaman faktual. UU PSDN menyebut, wabah penyakit adalah salah satu bentuk ancaman nonmiliter/hibrida," tutur dia.
Kata Fahmi, lantas bagaimana ceritanya ini Kemhan malah menggerakan mereka dengan skema volunteering alias kerelawanan? Baginya, relawan ya relawan, Komduk ya Komduk. Jangan dicampuraduk. "Ini bukan soal gaya-gayaan, negara punya konsekuensi dan tanggung jawab berbeda terhadap kedua instrumen ini," ucapnya.
Di sisi lain, lanjut Fahmi, apakah Kemhan pernah berhitung berapa banyak yang perlu disiapkan untuk percepatan penanganan COVID-19 ini? Lalu bagaimana mekanisme seleksinya hingga terpilih 293 relawan dari 2.068 pendaftar. "Apa memang kuotanya segitu? Ah... Macam sulap aja," ketus dia.
Fahmi menganggap, sepertinya Kemhan ini lupa bahwa mereka sebenarnya juga punya Resimen Mahasiswa. Menurutnya, status Resimen Mahasiswa sudah Komduk dan sudah dilatih pula. Selain itu, apakah mengetahui, ada berapa personel Menwa yang berasal dari Fakultas Kedokteran, Keperawatan, Kebidanan, Kesehatan Masyarakat dan program-program studi kesehatan lainnya di seluruh Indonesia?
"Enggak usah repot ngitung, datanya tinggal minta ke Kemdikbud. Saya yakin, jauh lebih besar dari angka 293 relawan itu. Mereka tinggal divalidasi datanya, dimobilisasi, didistribusikan ke seluruh penjuru Tanah Air. Belum lagi unsur Komduk lainnya. Banyak kalau mau pakai," pungkasnya.
Kata Fahmi, lantas bagaimana ceritanya ini Kemhan malah menggerakan mereka dengan skema volunteering alias kerelawanan? Baginya, relawan ya relawan, Komduk ya Komduk. Jangan dicampuraduk. "Ini bukan soal gaya-gayaan, negara punya konsekuensi dan tanggung jawab berbeda terhadap kedua instrumen ini," ucapnya.
Di sisi lain, lanjut Fahmi, apakah Kemhan pernah berhitung berapa banyak yang perlu disiapkan untuk percepatan penanganan COVID-19 ini? Lalu bagaimana mekanisme seleksinya hingga terpilih 293 relawan dari 2.068 pendaftar. "Apa memang kuotanya segitu? Ah... Macam sulap aja," ketus dia.
Fahmi menganggap, sepertinya Kemhan ini lupa bahwa mereka sebenarnya juga punya Resimen Mahasiswa. Menurutnya, status Resimen Mahasiswa sudah Komduk dan sudah dilatih pula. Selain itu, apakah mengetahui, ada berapa personel Menwa yang berasal dari Fakultas Kedokteran, Keperawatan, Kebidanan, Kesehatan Masyarakat dan program-program studi kesehatan lainnya di seluruh Indonesia?
"Enggak usah repot ngitung, datanya tinggal minta ke Kemdikbud. Saya yakin, jauh lebih besar dari angka 293 relawan itu. Mereka tinggal divalidasi datanya, dimobilisasi, didistribusikan ke seluruh penjuru Tanah Air. Belum lagi unsur Komduk lainnya. Banyak kalau mau pakai," pungkasnya.
(kri)
Lihat Juga :