Waketum PPP Ajak GPK Rajut Persatuan di Tengah Perbedaan

Minggu, 04 Oktober 2020 - 21:06 WIB
Walaupun begitu, Arwani meminta Bangsa Indonesia tidak larut dalam isu bangkitnya PKI, tetapi tidak boleh juga terlena atau lengah terhadap upaya yang bertujuan mencabut TAP MPRS XXV/MPRS/1966 tahun 1966.

Menurut dia, untuk menjaga agar Pancasila tetap sakti maka perlu pengawalan terhadap undang-undang maupun kebijakan publik lainya agar selaras dengan Pancasila. (Baca juga: Soal Covid-19, Mahfud MD: Donald Trump Dulu Enggak Percaya )

Sementara itu, Ketua GPK Kabupaten Bojonegoro Imam Mualim mengatakan, di era yang serba digital ini terkadang sebagian para pemuda tidak begitu peduli terhadap empat pilar kebangsaan.

Oleh karena itu, GPK sengaja mengadakan kegiatan ini sebagai sarana agar pemuda kakbah di bojonegoro memahami dan bisa mengamalkan landasan kebangsaan.

“Kami mengajak kepada para pemuda Bojonegoro untuk senantiasa menghayati falsafah pancasila dengan menjaga tali persaudaraan, solidaritas dan tidak mudah terpancing terhadap isu-isu yang meresahkan dan menimbulkan perpecahan,” tutur Imam.
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!