Bangun Jembatan Bailey, Hutama Karya Hubungkan 5 Desa di Luwu Utara
Jum'at, 02 Oktober 2020 - 12:39 WIB
Selama proses tersebut Rifky dan tim juga mengaku mengalami beberapa kendala, antara lain adalah kondisi medan dan cuaca yang kurang mendukung. Akibat terjangan banjir, jalan akses sebelumnya sudah tidak memungkinkan untuk dibangun jembatan lagi sehingga harus dibuat jalan akses baru yang bergeser 150 meter dari titik sebelumnya.
Selain itu, progres pekerjaan jugasangat bergantung pada curah hujan dan arus Sungai Masamba. ”Waktu itu, sempat 2 kali terjadi luapan air sungai setinggi 1,5 meter pada tanggal 4 Agustus dan 8 Agustus 2020 sehingga kami terpaksa harus menghentikan pekerjaan sementara demi keselamatan kerja,” tuturnya.
Meski mengalami berbagai kendala, pembagunan jembatan yang menjadi bagian dari program Tanggap Darurat Bencana Kementerian PUPR tersebut berhasil dirampungkan pada 18 Agustus 2020atau dalam waktu 16 hari kalender. Jembatan ini diresmikan secara langsung oleh Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, pada 21 Agustus 2020dan segera dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk beraktifitas.
Dengan tonase kendaraan maksimal 10 ton dan tinggi kendaraan maksimal 4,2 meter, Jembatan Bailey di Desa Baloli ini menjadi satu-satunya akses bagi kendaraan roda empat yang menghubungkan lima desa yakni Desa Maipi, Sumillin, Masamba, Lantang Tallang dan Pincara.
“Kami berharap Jembatan Bailey yang kami bangun ini dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik oleh warga sekitar. Sekarang warga tak perlu membahayakan diri dengan berjalan kaki menyeberangi sungai Masamba yang berarus deras kalau mau ke desa lain. Dengan mobilitas yang mudah, insyallah perekonomian masyarakat juga ikut meningkat,” pungkas Rifky.
Selain itu, progres pekerjaan jugasangat bergantung pada curah hujan dan arus Sungai Masamba. ”Waktu itu, sempat 2 kali terjadi luapan air sungai setinggi 1,5 meter pada tanggal 4 Agustus dan 8 Agustus 2020 sehingga kami terpaksa harus menghentikan pekerjaan sementara demi keselamatan kerja,” tuturnya.
Meski mengalami berbagai kendala, pembagunan jembatan yang menjadi bagian dari program Tanggap Darurat Bencana Kementerian PUPR tersebut berhasil dirampungkan pada 18 Agustus 2020atau dalam waktu 16 hari kalender. Jembatan ini diresmikan secara langsung oleh Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, pada 21 Agustus 2020dan segera dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk beraktifitas.
Dengan tonase kendaraan maksimal 10 ton dan tinggi kendaraan maksimal 4,2 meter, Jembatan Bailey di Desa Baloli ini menjadi satu-satunya akses bagi kendaraan roda empat yang menghubungkan lima desa yakni Desa Maipi, Sumillin, Masamba, Lantang Tallang dan Pincara.
“Kami berharap Jembatan Bailey yang kami bangun ini dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik oleh warga sekitar. Sekarang warga tak perlu membahayakan diri dengan berjalan kaki menyeberangi sungai Masamba yang berarus deras kalau mau ke desa lain. Dengan mobilitas yang mudah, insyallah perekonomian masyarakat juga ikut meningkat,” pungkas Rifky.
(ars)
Lihat Juga :