Polemik Komunisme, Cakada Diminta Fokus Pilkada dan Tetap Patuhi Protokol

Rabu, 30 September 2020 - 13:13 WIB
Direktur Eksekutif Sudra, Fadhli Harahab mengatakan, masa kampanye Pilkada Serentak 2020 dilakukan di tengah keterbatasan akibat virus Corona (Covid-19). Foto/SINDOnews
JAKARTA - Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Research and Analysis (Sudra), Fadhli Harahab mengatakan, masa kampanye Pilkada Serentak 2020 kali ini dilakukan di tengah keterbatasan akibat virus Corona (Covid-19) yang masih mengancam berbagai daerah di Indonesia.

(Baca juga: Fahri Hamzah Dorong Fadli Zon Ungkap Sejarah Komunis dan PKI)



Fadhli menyarankan, agar kampanye tersebut harus dimaksimalkan pasangan calon kepala daerah (cakada) untuk menawarkan program yang menjadi kebutuhan masyarakat di daerah masing-masing.

(Baca juga: Pilkada Tetap Dilanjutkan, Komnas HAM Ingatkan Ratusan KPPS Meninggal di 2019)

Menurut Fadhli, saat ini daerah memiliki pekerjaan rumah besar bagaimana mengatasi Covid-19 dan berbagai dampaknya, sehingga, masalah ini harus menjadi prioritas utama para konstestan. Ia berharap cakada tak terpengaruh dengan isu yang berkembang seperti polemik nonton film G30S/PKI.

"Peringatan tragedi G30S/PKI harus diperingati sebagai sebuah sejarah kelam bangsa Indonesia. Sesuai protokol kesehatan tak perlu melakukan hal yang menimbulkan kerumunan massa," ujar Fadhli saat dihubungi SINDOnews, Rabu (30/9/2020).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!