Polemik Komunisme, Cakada Diminta Fokus Pilkada dan Tetap Patuhi Protokol
Rabu, 30 September 2020 - 13:13 WIB
Fadhli menilai, isu PKI yang kerap muncul setiap tahun hanya menjadi komoditas politik jualan momentum yang sudah basi. Tujuannya tentu saja menyudutkan. Beruntung menurutnya, masyarakat semakin cerdas, sehingga isu ini tidak laku lagi. Ia pun berharap, isu ini tak dikapitalisasi oleh cakada di Pilkada.
"Pilkada kali ini cukup dilematis karena bangsa ini sedang dihadapkan dengan bencana Covid-19. Calon Kepala daerah harus punya visi dan misi bagaimana bencana ini cepat berlalu, sehingga sendi-sendi masyarakat dapat berputar di era new normal," tutur Fadhli.
Lebih lanjut Analis asal UIN Jakarta ini menilai, jika ada cakada yang masih menggunakan isu kebangkitan PKI, artinya cakada itu tidak punya visi inovatif bagaimana membangun daerahnya ke depan.
"Tantangan bangsa ini kedepan bukan lagi PKI tetapi Covid-19. Covid seperti hantu yang menyeramkan bahkan lebih mengerikan dari PKI. Menghantam siapa saja dan merusak apa saja," pungkas dia.
"Pilkada kali ini cukup dilematis karena bangsa ini sedang dihadapkan dengan bencana Covid-19. Calon Kepala daerah harus punya visi dan misi bagaimana bencana ini cepat berlalu, sehingga sendi-sendi masyarakat dapat berputar di era new normal," tutur Fadhli.
Lebih lanjut Analis asal UIN Jakarta ini menilai, jika ada cakada yang masih menggunakan isu kebangkitan PKI, artinya cakada itu tidak punya visi inovatif bagaimana membangun daerahnya ke depan.
"Tantangan bangsa ini kedepan bukan lagi PKI tetapi Covid-19. Covid seperti hantu yang menyeramkan bahkan lebih mengerikan dari PKI. Menghantam siapa saja dan merusak apa saja," pungkas dia.
(maf)
Lihat Juga :