Mengandalkan (Kembali) Pariwisata

Senin, 28 September 2020 - 07:38 WIB
Dalam beberapa kesempatan, pemerintah menegaskan bahwa sektor pariwisata merupakan salah satu tulang punggung ekonomi masyarakat. Sebagai langkah awal, untuk tetap menghidupkan sektor ini, industri pariwisata akan mengandalkan wisatawan domestik. Ini karena tingkal kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) diperkirakan masih jauh dari normal.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, sejak Februari lalu angka kunjungan wisman terus menurun. Pada bulan kedua 2020, tingkat kunjungan wisman hanya 864.000 orang. Penurunan itu terus berlanjut pada Maret 2020 di mana hanya ada 471.000 kunjungan wisman, lalu April 158.700 orang, Mei 163.600 orang, Juni 158.300 orang, dan Juli 159.800 orang.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, kunjungan wisman pada April-Juli yang di berada di angka 160.000-an, jelas jauh di bawah tahun sebelumnya yang di kisaran 1,3-1,5 juta kunjungan. Dengan kata lain, pariwisata Tanah Air kehilangan 80% lebih wisman dalam setahun terakhir.

Fakta ini tentu saja bukan kabar baik. Apalagi, pariwisata adalah sektor andalan dalam mendatangkan devisa. Tahun lalu devisa sektor pariwisata dari kunjungan 16 juta turis, bisa menarik pemasukan hingga USD19 miliar lebih. Namun dengan dampak pandemi Covid-19 yang masih terasa, tahun ini sepertinya devisa sektor pariwisata bakal jauh menurun.

Melihat data di atas, tentu saja harapan terbesar kini ada pada wisatawan domestik. Namun, dengan kondisi Covid-19 yang masih belum juga mereda penularannya, tentu saja perlu strategi khusus agar lokasi wisata tidak menjadi klaster baru. Untuk itu, penerapan protokol kesehatan menjadi hal yang tidak bisa ditawar lagi. Ini penting karena kita tentu tidak ingin pariwisata yang digadang-gadangkan menjadi penggerak ekonomi justru termakan euforia dan melupakan cleanliness, health, safety, environment (CHSE) yang ke depan akan menjadi prioritas sektor pariwisata. Dengan menjalankan keempat unsur di atas, tentu saja kita berharap masyarakat yang menggantungkan kehidupannya di sektor ini bisa terus bangkit.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!