Pilkada Tetap Lanjut, KPU Jangan Sampai Jadi Komisi Penyiksa Umum

Rabu, 23 September 2020 - 13:55 WIB
"Bukan cuma keselamatannya, berpilkada itu juga bicara kenyamanan orang menjalankan tugas. KPU jangan sampai jadi Komisi Penyiksa Umum," lanjut dia.

Anggota Bawaslu periode 2008-2012 itu berpandangan, di tengah pandemi saat ini, petugas di daerah harus memverifikasi sekian banyak data, mengawasi kampanye dengan terus menggunakan masker sepanjang hari. Hal itu menurutnya bakal menyiksa dan bisa menimbulkan ketidaknyamanan.

"Mohon juga peka melihat kondisi di lapangan. Jangan sampai jadi orang yang mestinya beristirahat di rumah, kemudian ‘dipaksa’ bekerja keluar karena tuntutan tahapan-tahapan dan pengawasan harus berjalan. Butuh kepekaan para penyelenggara di tingkat atas untuk melihat seperti itu," pintanya.

Selain itu, ia juga meminta untuk memikirkan nasib para keluarga penyelenggara pemilu dan paslon serta tim kampanye yang dikhawatirkan berpotensi tertular virus. Apalagi jika nantinya terjadi kerumunan massa dalam penyelenggaraan pilkada nanti.

Melihat kekhawatiran tersebut, Wahidah berharap para pemangku kepentingan bisa berpikir untuk memikirkan keselamatan publik. Menurutnya, pilkada bukan ditunda sampai pandemi selesai, tetapi hingga kasus Covid-19 terkendali dan penyelenggaraan pilkada sudah siap dilakukan.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!