Lulusan Tak Cukup Pintar AI, IHBS Cetak Generasi Berakhlak Islam di Tengah Revolusi Teknologi

Senin, 06 Juli 2026 - 18:38 WIB
Meski berorientasi pada kemajuan ilmu pengetahuan, IHBS tetap menjadikan nilai wasatiyah atau Islam moderat sebagai fondasi pendidikan. Para siswa diajarkan untuk berpikir terbuka, bersikap seimbang, serta menghindari paham ekstrem dalam memandang persoalan kehidupan.

Keunggulan lain juga tampak pada program Diniyah di tingkat SMA yang membekali siswa dengan hafalan Al-Qur'an, kemampuan bahasa Arab, dan pendalaman ilmu agama. Sementara Mahad Aly IHBS menjadi program beasiswa penuh yang menyiapkan kader-kader dai untuk mengabdi hingga ke daerah pelosok Indonesia.

Prosesi wisuda turut dihadiri Anggota DPR RI Komisi II H Aziz Subekti, perwakilan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, perwakilan Kementerian Agama, akademisi, ulama internasional, pengawas pendidikan, serta jajaran Yayasan Dakwah Islam Cahaya Ilmu.

Melalui wisuda ini, IHBS ingin menegaskan bahwa masa depan tidak hanya membutuhkan generasi yang mampu memanfaatkan AI, tetapi juga sosok-sosok yang memiliki integritas, akhlak, dan tanggung jawab moral. Sebab, secanggih apa pun teknologi, arah peradaban tetap ditentukan oleh manusia yang menggunakannya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!