Lulusan Tak Cukup Pintar AI, IHBS Cetak Generasi Berakhlak Islam di Tengah Revolusi Teknologi
Senin, 06 Juli 2026 - 18:38 WIB
loading...
Di tengah derasnya arus kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang mengubah hampir seluruh aspek kehidupan, Ibnu Hajar Boarding School (IHBS) memilih mengambil jalan berbeda. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Di tengah derasnya arus kecerdasan buatan ( Artificial Intelligence/AI ) yang mengubah hampir seluruh aspek kehidupan, Ibnu Hajar Boarding School (IHBS) memilih mengambil jalan berbeda. Bukan sekadar mencetak lulusan yang mahir teknologi, tetapi melahirkan generasi yang mampu menguasai AI tanpa kehilangan kompas moral dan nilai-nilai Islam.
Pesan itu mengemuka dalam prosesi Wisuda SD, SMP, SMA, dan Mahad Aly Tahun Pelajaran 2025/2026 yang digelar di Gedung Puri Begawan, Bogor, Minggu (5/7/2026). Sebanyak 444 wisudawan dilepas dengan mengusung tema "Mengadaptasikan Teknologi Berbasis AI dengan Peradaban Islam."
Baca juga: Keutamaan Rasa Malu sebagai Akhlak Islam dan Dalil-dalilnya
Tema tersebut bukan sekadar slogan. Pengawas Yayasan Dakwah Islam Cahaya Ilmu Ustad Abdullah Ashim mengatakan, AI tidak boleh dipandang sebagai ancaman, melainkan sebagai peluang yang harus diarahkan dengan nilai-nilai keislaman.
"Harapan kami, lulusan-lulusan IHBS yang kelak menjadi ilmuwan, peneliti, maupun pengembang teknologi tetap membawa identitas Islam dalam setiap karya dan inovasinya. Teknologi harus menjadi sarana membangun peradaban, bukan merusaknya," katanya.
Menurut Abdullah, sejak berdiri pada 2010, IHBS mengusung konsep sekolah umum berbasis agama. Karena itu, para lulusan tidak hanya dibekali ilmu syariat, tetapi juga didorong berprestasi di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Banyak alumni yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri melalui berbagai jalur prestasi.
Meski berorientasi pada kemajuan ilmu pengetahuan, IHBS tetap menjadikan nilai wasatiyah atau Islam moderat sebagai fondasi pendidikan. Para siswa diajarkan untuk berpikir terbuka, bersikap seimbang, serta menghindari paham ekstrem dalam memandang persoalan kehidupan.
Keunggulan lain juga tampak pada program Diniyah di tingkat SMA yang membekali siswa dengan hafalan Al-Qur'an, kemampuan bahasa Arab, dan pendalaman ilmu agama. Sementara Mahad Aly IHBS menjadi program beasiswa penuh yang menyiapkan kader-kader dai untuk mengabdi hingga ke daerah pelosok Indonesia.
Prosesi wisuda turut dihadiri Anggota DPR RI Komisi II H Aziz Subekti, perwakilan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, perwakilan Kementerian Agama, akademisi, ulama internasional, pengawas pendidikan, serta jajaran Yayasan Dakwah Islam Cahaya Ilmu.
Melalui wisuda ini, IHBS ingin menegaskan bahwa masa depan tidak hanya membutuhkan generasi yang mampu memanfaatkan AI, tetapi juga sosok-sosok yang memiliki integritas, akhlak, dan tanggung jawab moral. Sebab, secanggih apa pun teknologi, arah peradaban tetap ditentukan oleh manusia yang menggunakannya.
Pesan itu mengemuka dalam prosesi Wisuda SD, SMP, SMA, dan Mahad Aly Tahun Pelajaran 2025/2026 yang digelar di Gedung Puri Begawan, Bogor, Minggu (5/7/2026). Sebanyak 444 wisudawan dilepas dengan mengusung tema "Mengadaptasikan Teknologi Berbasis AI dengan Peradaban Islam."
Baca juga: Keutamaan Rasa Malu sebagai Akhlak Islam dan Dalil-dalilnya
Tema tersebut bukan sekadar slogan. Pengawas Yayasan Dakwah Islam Cahaya Ilmu Ustad Abdullah Ashim mengatakan, AI tidak boleh dipandang sebagai ancaman, melainkan sebagai peluang yang harus diarahkan dengan nilai-nilai keislaman.
"Harapan kami, lulusan-lulusan IHBS yang kelak menjadi ilmuwan, peneliti, maupun pengembang teknologi tetap membawa identitas Islam dalam setiap karya dan inovasinya. Teknologi harus menjadi sarana membangun peradaban, bukan merusaknya," katanya.
Menurut Abdullah, sejak berdiri pada 2010, IHBS mengusung konsep sekolah umum berbasis agama. Karena itu, para lulusan tidak hanya dibekali ilmu syariat, tetapi juga didorong berprestasi di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Banyak alumni yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri melalui berbagai jalur prestasi.
Meski berorientasi pada kemajuan ilmu pengetahuan, IHBS tetap menjadikan nilai wasatiyah atau Islam moderat sebagai fondasi pendidikan. Para siswa diajarkan untuk berpikir terbuka, bersikap seimbang, serta menghindari paham ekstrem dalam memandang persoalan kehidupan.
Keunggulan lain juga tampak pada program Diniyah di tingkat SMA yang membekali siswa dengan hafalan Al-Qur'an, kemampuan bahasa Arab, dan pendalaman ilmu agama. Sementara Mahad Aly IHBS menjadi program beasiswa penuh yang menyiapkan kader-kader dai untuk mengabdi hingga ke daerah pelosok Indonesia.
Prosesi wisuda turut dihadiri Anggota DPR RI Komisi II H Aziz Subekti, perwakilan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, perwakilan Kementerian Agama, akademisi, ulama internasional, pengawas pendidikan, serta jajaran Yayasan Dakwah Islam Cahaya Ilmu.
Melalui wisuda ini, IHBS ingin menegaskan bahwa masa depan tidak hanya membutuhkan generasi yang mampu memanfaatkan AI, tetapi juga sosok-sosok yang memiliki integritas, akhlak, dan tanggung jawab moral. Sebab, secanggih apa pun teknologi, arah peradaban tetap ditentukan oleh manusia yang menggunakannya.
(jon)
Lihat Juga :