Raksasa (yang) Tak Lagi Menakutkan

Sabtu, 04 Juli 2026 - 17:38 WIB
Brasil, Jerman, Argentina, Italia, Prancis, Belanda, Inggris, atau Spanyol tampil di Piala Dunia dengan bekal sejarah yang panjang, koleksi trofi, dan reputasi yang membuat lawan sering kali kalah sebelum bertanding. Negara-negara lain memang sesekali menghadirkan kejutan, tapi cerita tentang Piala Dunia hampir selalu balik lagi ke negara besar sepak bola.

Piala Dunia 2026 mulai berubah. Paraguay bertanding tak berbekal keberuntungan. Maroko bertanding dengan penuh nyali melawan Belanda. Jepang bahkan membuat Brasil terus berkeringat sepanjang permainan. Mereka bermain dengan keyakinan bahwa bola itu bundar. Bukan ditentukan dengan predikat yang melekat pada sebuah tim.

Perubahan itu sesungguhnya telah berlangsung cukup lama. Simon Kuper dan Stefan Szymanski dalam Soccernomics menunjukkan bahwa keunggulan sepak bola modern semakin ditentukan oleh kemampuan sebuah negara membangun sistem.

Pembinaan pemain muda, kualitas pelatih, kompetisi domestik, pemanfaatan data pertandingan, ilmu kebugaran, hingga manajeman organisasi sepakbola menjadi faktor yang semakin menentukan. Keunggulan yang dahulu hanya dimiliki beberapa negara kini menyebar jauh lebih cepat karena pengetahuan sepakbola tidak lagi mengenal batas geografis.

David Goldblatt, sejarawan sepak bola asal Inggris, melihat perubahan yang sama dari sudut yang berbeda. Globalisasi membuat perpindahan pemain, pelatih, dan gagasan berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan generasi sebelumnya. Akademi sepakbola di Asia belajar dari Eropa.

Pelatih Eropa melatih di Afrika. Pemain Afrika berkembang di kompetisi Eropa sejak usia muda. Jadi yang berpindah bukan hanya manusia, melainkan juga cara bermain dan memahami permainan.

Hasilnya mulai terlihat di lapangan. Jepang bukan kalah karena inferior. Paraguay bermain lepas tanpa beban menghadapi juara dunia empat kali. Maroko yakin tim besar Belanda tidak mungkin tidak bisa dikalahkan. Mereka bermain dengan organisasi permainan yang matang, disiplin tinggi, dan kepercayaan diri yang telah dibangun melalui proses panjang, bukan hanya satu dua pertandingan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!