Raksasa (yang) Tak Lagi Menakutkan
Sabtu, 04 Juli 2026 - 17:38 WIB
Wibowo Prasetyo, anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) dan penikmat sepak bola. Foto/Ist
Wibowo Prasetyo
Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) dan penikmat sepak bola
JOSHUA KIMMICH tidak sedang mencari kambing hitam. Seusai Jerman tersingkir melalui adu penalti melawan Paraguay pada babak gugur Piala Dunia 2026, gelandang yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu wajah sepak bola Jerman itu hanya mengucapkan satu kalimat, “If you cannot beat Paraguay over 120 minutes then you are deservedly eliminated.”
Sulit menemukan pengakuan yang lebih jujur daripada itu. Tidak ada komplain terhadap wasit, jadwal pertandingan, ataupun nasib buruk di laga 32 besar. Jerman gagal mengalahkan Paraguay selama 120 menit, dan bagi Kimmich, itu sudah cukup menjadi alasan mengapa mereka pantas pulang.
Pada babak gugur yang sama, Belanda juga tersingkir setelah dikalahkan Maroko melalui adu penalti. Brasil memang lolos, tetapi harus menunggu hingga menit-menit terakhir untuk mengatasi Jepang. Hasilnya berbeda, tapi ketiga pertandingan tersebut memperlihatkan satu fenomena yang sama.
Tim-tim yang selama ini kerap disebut sebagai pelengkap kini tak lagi dianggap sebelah mata. Selama puluhan tahun Piala Dunia hampir selalu memiliki aktor utama yang sama.
Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) dan penikmat sepak bola
JOSHUA KIMMICH tidak sedang mencari kambing hitam. Seusai Jerman tersingkir melalui adu penalti melawan Paraguay pada babak gugur Piala Dunia 2026, gelandang yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu wajah sepak bola Jerman itu hanya mengucapkan satu kalimat, “If you cannot beat Paraguay over 120 minutes then you are deservedly eliminated.”
Sulit menemukan pengakuan yang lebih jujur daripada itu. Tidak ada komplain terhadap wasit, jadwal pertandingan, ataupun nasib buruk di laga 32 besar. Jerman gagal mengalahkan Paraguay selama 120 menit, dan bagi Kimmich, itu sudah cukup menjadi alasan mengapa mereka pantas pulang.
Pada babak gugur yang sama, Belanda juga tersingkir setelah dikalahkan Maroko melalui adu penalti. Brasil memang lolos, tetapi harus menunggu hingga menit-menit terakhir untuk mengatasi Jepang. Hasilnya berbeda, tapi ketiga pertandingan tersebut memperlihatkan satu fenomena yang sama.
Tim-tim yang selama ini kerap disebut sebagai pelengkap kini tak lagi dianggap sebelah mata. Selama puluhan tahun Piala Dunia hampir selalu memiliki aktor utama yang sama.
Lihat Juga :