Indonesia Butuh Koalisi Advokasi untuk Percepat Adopsi Inovasi Kesehatan

Minggu, 28 Juni 2026 - 17:58 WIB
Kedua, Institutional Buy-In yaitu komitmen nyata dari pemerintah, institusi kesehatan, universitas, asosiasi profesi, dan industri untuk bergerak dalam agenda yang sama. Ketiga, Structured Advocacy yakni pembentukan mekanisme advokasi bersama yang menggabungkan kekuatan data ilmiah, perspektif implementasi industri, serta pemahaman terhadap proses kebijakan publik.

Untuk mendukung agenda tersebut, dia memperkenalkan NADI (Network for Advancing Development and Innovation), sebuah inisiatif kolaboratif yang bertujuan mempertemukan akademisi, peneliti, dunia usaha, dan jejaring kebijakan dalam satu platform advokasi yang terintegrasi.

“NADI hadir sebagai ruang kolaborasi untuk memastikan bahwa bukti ilmiah, kebutuhan masyarakat, dan realitas implementasi dapat diterjemahkan menjadi kebijakan yang lebih efektif dan berdampak,” katanya.

Ketua Umum HIPELKI dr Randy Teguh menambahkan ruang bagi perusahaan alat kesehatan dan teknologi medis dalam negeri untuk bertahan dan berkembang masih sangat terbatas.

Selain itu, berbagai inovasi hasil penelitian masih menghadapi tantangan untuk diadopsi dan menjangkau pasar. "Kondisi ini yang melatarbelakangi peran HIPELKI sebagai wadah kolaborasi untuk mempercepat kemandirian dan pembangunan industri alat kesehatan nasional,” ujarnya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!