Wali Kota Agustina Tegaskan Kerukunan Jadi Kekuatan Utama Membangun Kota Semarang
Selasa, 16 Juni 2026 - 19:37 WIB
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur masyarakat yang selama ini ikut menjaga iklim kehidupan yang harmonis, mulai dari tokoh agama, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forkopimda, ASN, organisasi masyarakat, komunitas, hingga warga yang setiap hari menebarkan semangat gotong royong dan toleransi.
Bagi Agustina, kedewasaan masyarakat kota Semarang terlihat dari kemampuannya menyikapi perbedaan secara bijaksana. Bahkan pada hari yang sama ketika sejumlah mahasiswa menyampaikan aspirasi, seluruh proses berlangsung tertib dan damai.
“Perbedaan pandangan adalah bagian dari kehidupan demokrasi. Yang membanggakan, masyarakat kota Semarang mampu menyampaikan pendapat dengan santun dan tetap menjaga suasana yang kondusif. Ini menunjukkan bahwa budaya dialog dan saling menghargai tumbuh kuat di kota kita,” katanya.
Momentum Tahun Baru Hijriah yang juga bertepatan dengan Malam Satu Suro, lanjut Agustina, menjadi pengingat bahwa kemajuan sebuah kota harus dibangun tidak hanya dengan kerja keras, tetapi juga dengan kebersamaan dan keteduhan hati.
“Tahun Baru Hijriah mengajarkan semangat hijrah menuju kebaikan, sementara Satu Suro mengajak kita melakukan refleksi. Keduanya mengingatkan pentingnya memperbaiki diri, memperkuat persaudaraan, dan menata masa depan bersama,” tuturnya.
Bagi Agustina, kedewasaan masyarakat kota Semarang terlihat dari kemampuannya menyikapi perbedaan secara bijaksana. Bahkan pada hari yang sama ketika sejumlah mahasiswa menyampaikan aspirasi, seluruh proses berlangsung tertib dan damai.
“Perbedaan pandangan adalah bagian dari kehidupan demokrasi. Yang membanggakan, masyarakat kota Semarang mampu menyampaikan pendapat dengan santun dan tetap menjaga suasana yang kondusif. Ini menunjukkan bahwa budaya dialog dan saling menghargai tumbuh kuat di kota kita,” katanya.
Momentum Tahun Baru Hijriah yang juga bertepatan dengan Malam Satu Suro, lanjut Agustina, menjadi pengingat bahwa kemajuan sebuah kota harus dibangun tidak hanya dengan kerja keras, tetapi juga dengan kebersamaan dan keteduhan hati.
“Tahun Baru Hijriah mengajarkan semangat hijrah menuju kebaikan, sementara Satu Suro mengajak kita melakukan refleksi. Keduanya mengingatkan pentingnya memperbaiki diri, memperkuat persaudaraan, dan menata masa depan bersama,” tuturnya.
Lihat Juga :