Jelang Muktamar Ke-35 NU, KH Ubab Maimoen Minta Caketum PBNU Tak Saling Serang

Senin, 11 Mei 2026 - 15:14 WIB
Baca juga: Muktamar NU dan Jalan yang Lurus

Menurut Gus Salam, para pendiri jam’iyyah Nahdlatul Ulama adalah para ulama keturunan dari laskar kiai di barisan Pangeran Diponegoro dalam menghadapi kolonial Belanda. Baginya, jiwa perjuangan dan pengkhidmatan ulama terhadap rakyat dan Tanah Air tercermin dan menjiwai pendirian NU. Karenanya, perkumpulan ulama itu disebuh ‘Nahdlah’ yang berarti bangkit-berjuang.

Ditanya tentang hasil pertemuan dengan ketua-ketua PCNU se-Jawa Tengah, Gus Salam menggambarkan hampir sebagian besar PCNU prihatin terhadap kondisi NU, terutama PBNU saat ini. Mereka menginginkan kondisi damai, nyaman dan bersatu kembali untuk berkhidmah sebagaimana sebelum-sebelumnya.

Misalnya PCNU di Karesidenan Kedu. Di samping prihatin dengan kondisi NU beberapa tahun ini, dan entah bermula dari mana dan sebab apa. Mereka berharap ada rekonsiliasi nasional di tubuh NU supaya tidak ada lagi ketegangan-ketegangan.

“PCNU di Karesidenan Surakarta berharap pemimpin NU ke depan adalah sosok yang humanis, mau mendengarkan dan bisa memberi arahan sesuai konteks dan kearifan masing-masing daerah. Jangan sosok yang otoriter dan high profile,” kata Gus Salam.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!