Jelang Muktamar Ke-35 NU, KH Ubab Maimoen Minta Caketum PBNU Tak Saling Serang

Senin, 11 Mei 2026 - 15:14 WIB
“Saya tidak ada pilihan. Saya senang saja Gus Salam atau KH Abdussalam Shohib nyalon. Jadi, siapa pun yang jadi, tentu Allah yang mengatur dan menghendakinya,” tuturnya.

Pernyataan KH Abdullah Ubab Maimoen disampaikan usai KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam sowan silaturrahmi untuk memohon nasihat, restu dan doa dari beliau. Kunjungan Gus Salam ini satu rangkaian kunjungannya selama dua hari di Jawa Tengah.

Diawali ziarah Sunan Bonang, kemudian berurutan sowan silaturahmi KH M Said Abdurrochim, KH Abdullah Ubab Maimoen, KH Abdul Qoyyum Manshur. Sedangkan pertemuan dengan PCNU se-Karesidenan Semarang dan Pati dilaksanakan Jumat 8 Mei 2026 pukul 14.00 WIB disusul Karesidenan Pekalongan dan Banyumas pukul 20.00 WIB.

Kemudian, Sabtu 9 Mei 2026, diawali sowan KH Ahmad Chalwani Nawawi, Rais Aaly Jatman, pengasuh PP An-Nawawi Berjan, Purworejo sekaligus Mursyid thoriqoh Qodiriyyah wa Naqsyabandiyah. Dan, pukul 14.00 WIB pertemuan dengan PCNU se-Karesidenan Kedu dan Surakarta.

Gus Salam bersyukur bisa sowan silaturahmi kepada para sesepuh NU dan pesantren di Jawa Tengah. Di samping ziarah makbaroh para auliya, termasuk Mbah Dalhar Watucongol Magelang, juga bisa bertemu dengan ketua-ketua PCNU se-Jawa Tengah untuk mandapat masukan dan menyerap harapan mereka.

“Saya sowan ke KH Ali Qoishor Abdul Haq Dalhar sebelum ziarah makbaroh. Karena Mbah Dalhar adalah ulama besar dan kharismatik sezaman dengan Mbah Hasyim Asy’ari,” kata Gus Salam.

“Kami ingin tabarrukan karena peran dan perjuangan Mbah Dalhar mewarisi para pendahulunya, Laskar Kiai semasa Pangeran Diponegoro sekaligus menyerap nuansa spiritualitas Islam di kerajaan Mataram saat menghadapi kolonial Belanda,” ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!