Muktamar NU dan Jalan yang Lurus

Rabu, 21 Januari 2026 - 21:48 WIB
loading...
Muktamar NU dan Jalan...
Eko Ernada, Aktivis Nahdlatul Ulama, Dosen Universitas Jember. Foto/Istimewa
A A A
Eko Ernada
Aktivis Nahdlatul Ulama, Dosen Universitas Jember

Dinamika yang sempat mengemuka di tubuh Nahdlatul Ulama, khususnya di level Pengurus Besar, akhirnya menemukan jalan keluar melalui islah dan kesepakatan untuk mempercepat penyelenggaraan muktamar. Konflik internal—dengan segala perbedaan pandangan, ketegangan organisasi, dan perhatian publik—disudahi melalui kesadaran bersama bahwa persatuan jam’iyyah jauh lebih penting daripada mempertajam perbedaan.

Islah tersebut patut diapresiasi sebagai tanda kedewasaan organisasi. Namun justru setelah konflik disudahi, pekerjaan rumah yang lebih besar menanti. Persoalan NU kini bukan lagi bagaimana mengakhiri konflik, melainkan bagaimana muktamar ke depan diselenggarakan. Sebab muktamar bukan sekadar mekanisme administratif untuk menutup ketegangan, melainkan forum tertinggi yang akan menentukan arah moral, organisatoris, dan historis NU.

Dalam silaturahmi di kediaman Kyai Afifuddin, Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, muncul satu penekanan penting dalam perbincangan kami: kebaikan tujuan tidak pernah membenarkan keburukan cara. Kyai Afifuddin mengingatkan bahwa kepemimpinan bukan sekadar soal siapa yang terpilih, melainkan bagaimana proses pemilihannya dijalankan. Pesan ini menjadi relevan ketika NU bersiap melangkah dari islah menuju muktamar.

Pesan ini kian bermakna karena disampaikan di Sukorejo, tempat bersejarah dalam perjalanan NU. Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo pernah menjadi tuan rumah Muktamar NU 1984, ketika NU menegaskan kembali Khittah 1926 dan menunjukkan bahwa keputusan besar dapat lahir dari musyawarah yang tenang, beradab, dan bermartabat. Sukorejo, dengan demikian, bukan sekadar lokasi, melainkan simbol jalan etis dalam momentum krusial.

Sejak awal berdirinya pada 1926, muktamar NU tidak pernah dimaksudkan sekadar sebagai forum teknis pemilihan pengurus. Dalam sejarahnya, muktamar menjadi ruang konsolidasi nilai, tempat musyawarah panjang dilakukan untuk menimbang persoalan keumatan, keagamaan, dan kebangsaan. Banyak keputusan penting NU lahir dari perdebatan yang tajam, tetapi dijalani dengan kesabaran dan penghormatan terhadap otoritas keilmuan serta kearifan para kiai.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jelang Muktamar PBNU,...
Jelang Muktamar PBNU, Gus Muhaimin Sentil Pihak yang Main-main di NU untuk Keluar
Darurat Pemasangan Kabel...
Darurat Pemasangan Kabel di Area Jakarta
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
4 Keputusan Munas Kader...
4 Keputusan Munas Kader Muda NU, Dukung Muktamar ke-35 di Lirboyo hingga Tolak Zonasi AHWA
Penangkapan dr Tifa...
Penangkapan dr Tifa dan Ujian Negara Hukum di Tengah Polemik Ijazah Jokowi
AHWA dan Masa Depan...
AHWA dan Masa Depan Kepemimpinan NU
13 Kiai Berkumpul di...
13 Kiai Berkumpul di Ponpes Al Falah Ploso, Serukan Muktamar NU Digelar di Pesantren
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh...
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh Yusuf Sebut Gus Salam Layak Jadi Ketum PBNU
Syiar Islam Harus Dekat...
Syiar Islam Harus Dekat dengan Masyarakat
Rekomendasi
Tamaris Hidro Bidik...
Tamaris Hidro Bidik Dana Rp1 Triliun lewat Sukuk Ijarah
Audisi DMD Panggung...
Audisi DMD Panggung Rezeki MNCTV di Mojokerto Diserbu Peserta dari Berbagai Daerah
Ultah ke-34, Ayu Ting...
Ultah ke-34, Ayu Ting Ting Pamer Momen Romantis Bareng Kevin Gusnadi
Berita Terkini
Jelang Muktamar PBNU,...
Jelang Muktamar PBNU, Gus Muhaimin Sentil Pihak yang Main-main di NU untuk Keluar
Kritisi Parpol Koalisi,...
Kritisi Parpol Koalisi, Deddy PDIP: Jika Tidak Nyaman dengan Situasi Politik, Silakan Keluar dari Pemerintahan
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Kapolri: Kegiatan Sebelum Diserahkan ke Kejaksaan
Ajak Elite Politik Jaga...
Ajak Elite Politik Jaga Stabilitas Politik dan Konsisten Bersikap, Misbakhun: Jangan Ambigu
Darurat Pemasangan Kabel...
Darurat Pemasangan Kabel di Area Jakarta
Ribuan Desa Belum Teraliri...
Ribuan Desa Belum Teraliri Listrik, Menteri Bahlil Siapkan Anggaran Rp10 Triliun
Infografis
Zion Suzuki, Tembok...
Zion Suzuki, Tembok Samurai Biru yang Bikin Belanda Frustrasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved