Ekspor Tersendat, Harga Jual Benih Lobster Terjun Bebas
Sabtu, 19 September 2020 - 02:03 WIB
Senada dengan Yugo, Anjas, nelayan lobster asal Palabuhan Ratu, Jawa Barat mengaku kerap merugi. Biaya operasional mencari lobster tak sebanding dengan nilai jual. Terlebih lagi, saat cuaca buruk nelayan semakin sulit menangkap benur.
"Sekali melaut bisa menghabiskan Rp1,8 juta sampai Rp2 juta lebih, sedangkan saat cuaca buruk gini paling hanya bisa dapat 150 ekor. Kalau dijual Rp3.500 per ekor ya itung aja mas berapa banyak ruginya," ujar Anjas.
Winanto, nelayan lobster asal Trenggalek, Jawa Timur menambahkan, turunnya harga jual lobster ditengarai akibat adanya gagal kirim perusahaan pengantong izin ekspor akibat sidak dari Bea Cukai pada 14 September 2020. Pengiriman lobster ke luar negeri yang tertahan membuat nilai jual lobster para nelayan lesu.
"Sangat terasa dampaknya, kalau pengiriman terhenti kan tidak ada yang beli. Kalaupun perusahaan ambil hasil tangkapan nelayan paling dihargai cuma Rp4.500 per ekor. Sebelumnya bisa sampai Rp11.000 per ekor," ujar Winanto.
(Baca juga: Tim Pengamanan Bandara Juanda Gagalkan Penyelundupan Ribuan Baby Lobster)
"Sekali melaut bisa menghabiskan Rp1,8 juta sampai Rp2 juta lebih, sedangkan saat cuaca buruk gini paling hanya bisa dapat 150 ekor. Kalau dijual Rp3.500 per ekor ya itung aja mas berapa banyak ruginya," ujar Anjas.
Winanto, nelayan lobster asal Trenggalek, Jawa Timur menambahkan, turunnya harga jual lobster ditengarai akibat adanya gagal kirim perusahaan pengantong izin ekspor akibat sidak dari Bea Cukai pada 14 September 2020. Pengiriman lobster ke luar negeri yang tertahan membuat nilai jual lobster para nelayan lesu.
"Sangat terasa dampaknya, kalau pengiriman terhenti kan tidak ada yang beli. Kalaupun perusahaan ambil hasil tangkapan nelayan paling dihargai cuma Rp4.500 per ekor. Sebelumnya bisa sampai Rp11.000 per ekor," ujar Winanto.
(Baca juga: Tim Pengamanan Bandara Juanda Gagalkan Penyelundupan Ribuan Baby Lobster)
Lihat Juga :