SPPG Garda Terdepan Membangun Ketahanan Gizi dan Ekonomi Kerakyatan

Senin, 30 Maret 2026 - 12:54 WIB
”Kami menekankan SPPG harus menjadi pembeli siaga yang memangkas rantai distribusi panjang, sehingga keuntungan tidak lagi lari ke tengkulak, melainkan menetap di kantong para produsen pangan lokal. Di dapur-dapur SPPG, para relawan dan tenaga kerja lokal bukan sekadar pelaksana, mereka adalah jantung dari program ini yang mendapatkan insentif layak sekaligus peningkatan martabat sosial," tegas Fernando.

Secara objektif, investasi di rentang Rp1,3-1,4 miliar adalah titik keseimbangan ideal untuk menjamin kualitas layanan sekaligus keberlanjutan usaha.

Fernando menegaskan, ARUN memperingatkan agar efisiensi tidak dilakukan secara ekstrem di bawah angka Rp1 miliar, karena hal itu berisiko menurunkan standar layanan dan mengancam keberlangsungan kontrak.

"Kami hadir untuk mengawal agar para mitra tetap berada pada koridor kualitas yang ditetapkan Badan Gizi Nasional. Dukungan moral adalah memastikan bahwa investor tidak berjalan sendirian dalam menghadapi risiko, terutama bagi mereka yang bertaruh di wilayah sulit dengan biaya logistik tinggi," ujarnya.

Fernando menegaskan, SPPG Mandiri adalah monumen kemitraan yang sehat antara negara, swasta, dan rakyat. Keuntungan stabil yang baru dinikmati investor di penghujung masa kontrak adalah imbal hasil yang sangat pantas atas keberanian mereka memikul risiko di awal.

"Kami akan terus mengawal proses ini, memastikan setiap Rupiah investasi tetap menjadi katalisator bagi kebangkitan ekonomi Nusantara. Inilah revolusi kita bersama, memastikan perut rakyat kenyang, nutrisi anak bangsa terpenuhi, dan dompet masyarakat akar rumput kembali berisi," ucapnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!