5 Perwira Tinggi Ini Berpeluang Menjadi Kabais TNI
Sabtu, 28 Maret 2026 - 20:08 WIB
Marsekal Muda (Marsda) TNI Benedictus Benny Koessetianto saat ini menjabat Sekretaris Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI. Abituren Akademi Angkatan Udara (AAU) 1990 dari Korps Penerbang ini pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Laiklambangjaau (Kapuslaiklambangjaau) yang bertanggung jawab terhadap kelaikan dan keselamatan kerja di TNI AU.
Pria kelahiran Madiun, Jawa Timur 29 November 1968 ini memiliki latar belakang pendidikan di bidang hukum, Manajemen Penerbangan (MavMgt.) dan Hubungan Internasional (MAIR). Sebelum menjabat sebagai Kapuslaiklambangjaau, Marsda TNI Benedictus pernah menduduki posisi Wakil Kepala Badan Intelijen Strategis (Waka Bais) TNI.
5. Letnan Jenderal TNI Sonny Aprianto
Letnan Jenderal (Letjen) TNI Sonny Aprianto saat ini menjabat sebagai Staf Khusus (Stafsus) Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) sejak November 2023. Jenderal TNI kelahiran Jakarta 9 April 1969 ini pernah menjabat Asisten Intelijen Panglima TNI pada 2023.
Termasuk Panglima Kodam (Pangdam) IX/Udayana pada 2022–2023. Deputi Bidang Kontra Intelijen BIN periode 2021–2022, Komandan Pusat Intelijen TNI AD (Danpusintelad) pada 2018–2021.
Tidak hanya itu, dia juga pernah menjabat sebagai Danrem 031/Wirabima (2018), Asintel Pangdam Jaya pada 2013, Danbrigif 1 PIK/Jaya Sakti pada 2011–2013. Pangdam IX/Udayana, Asintel Panglima TNI pada 2023, Koordinator Staf Ahli (Koorsahli) KSAD.
Perlu diketahui, BAIS TNI adalah organisasi yang khusus menangani intelijen kemiliteran dan berada langsung di bawah komando Panglima TNI. Lembaga ini berfungsi sebagai mata dan telinga Panglima TNI dalam menyuplai analisis intelijen untuk mendukung pengambilan keputusan strategis serta operasi militer.
BAIS TNI memiliki peran penting dalam menjaga kedaulatan negara. Seperti, menyelenggarakan kegiatan intelijen jangka panjang untuk kepentingan pertahanan negara, termasuk analisis potensi ancaman dari dalam maupun luar negeri.
Memberikan data intelijen yang akurat untuk mendukung perencanaan dan pelaksanaan operasi militer, baik operasi perang maupun selain perang. Melakukan pengamanan terhadap personel, materiil, dan instalasi militer agar terhindar dari infiltrasi atau sabotase pihak asing.
Selain itu, juga menjadi pusat koordinasi bagi badan intelijen di tiga matra yakni, Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AU) untuk memastikan keselarasan informasi di seluruh jajaran TNI. BAIS TNI juga dapat menjalin hubungan dengan atase pertahanan dan lembaga intelijen militer negara lain dalam rangka pertukaran informasi keamanan global.
Pria kelahiran Madiun, Jawa Timur 29 November 1968 ini memiliki latar belakang pendidikan di bidang hukum, Manajemen Penerbangan (MavMgt.) dan Hubungan Internasional (MAIR). Sebelum menjabat sebagai Kapuslaiklambangjaau, Marsda TNI Benedictus pernah menduduki posisi Wakil Kepala Badan Intelijen Strategis (Waka Bais) TNI.
5. Letnan Jenderal TNI Sonny Aprianto
Letnan Jenderal (Letjen) TNI Sonny Aprianto saat ini menjabat sebagai Staf Khusus (Stafsus) Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) sejak November 2023. Jenderal TNI kelahiran Jakarta 9 April 1969 ini pernah menjabat Asisten Intelijen Panglima TNI pada 2023.
Termasuk Panglima Kodam (Pangdam) IX/Udayana pada 2022–2023. Deputi Bidang Kontra Intelijen BIN periode 2021–2022, Komandan Pusat Intelijen TNI AD (Danpusintelad) pada 2018–2021.
Tidak hanya itu, dia juga pernah menjabat sebagai Danrem 031/Wirabima (2018), Asintel Pangdam Jaya pada 2013, Danbrigif 1 PIK/Jaya Sakti pada 2011–2013. Pangdam IX/Udayana, Asintel Panglima TNI pada 2023, Koordinator Staf Ahli (Koorsahli) KSAD.
Perlu diketahui, BAIS TNI adalah organisasi yang khusus menangani intelijen kemiliteran dan berada langsung di bawah komando Panglima TNI. Lembaga ini berfungsi sebagai mata dan telinga Panglima TNI dalam menyuplai analisis intelijen untuk mendukung pengambilan keputusan strategis serta operasi militer.
BAIS TNI memiliki peran penting dalam menjaga kedaulatan negara. Seperti, menyelenggarakan kegiatan intelijen jangka panjang untuk kepentingan pertahanan negara, termasuk analisis potensi ancaman dari dalam maupun luar negeri.
Memberikan data intelijen yang akurat untuk mendukung perencanaan dan pelaksanaan operasi militer, baik operasi perang maupun selain perang. Melakukan pengamanan terhadap personel, materiil, dan instalasi militer agar terhindar dari infiltrasi atau sabotase pihak asing.
Selain itu, juga menjadi pusat koordinasi bagi badan intelijen di tiga matra yakni, Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AU) untuk memastikan keselarasan informasi di seluruh jajaran TNI. BAIS TNI juga dapat menjalin hubungan dengan atase pertahanan dan lembaga intelijen militer negara lain dalam rangka pertukaran informasi keamanan global.
(cip)
Lihat Juga :