Faktor-Faktor Penentu Akhir Perang Israel-AS Vs Iran

Senin, 16 Maret 2026 - 12:52 WIB
Keempat, ruang geografis konflik. Sebuah perang akan jauh lebih sulit dihentikan jika medan konfliknya meluas. Timur Tengah bukanlah ruang yang sederhana. Ia adalah jaringan konflik yang saling terhubung. Ketika perang antara Israel dan Iran mulai bersentuhan dengan berbagai aktor regional, maka konflik tersebut berpotensi berubah dari perang terbatas menjadi konflik kawasan. Ketika konflik membentang, tarik-menarik kepentingan global tak terhindarkan.

Negara-negara Teluk, Inggris, Prancis, dan Jerman di satu sisi, versus Rusia, China, bahkan Korea Utara di sisi lain, bisa terseret dalam pusaran konflik. Sejarah menunjukkan bahwa perang yang melibatkan banyak aktor hampir selalu memiliki durasi yang lebih panjang.

Kelima, faktor ekonomi global, terutama energi. Konflik yang menyentuh jalur energi dunia hampir selalu menarik perhatian kekuatan internasional yang lebih luas. Ketika stabilitas ekonomi global mulai terganggu, diplomasi internasional biasanya bergerak lebih cepat untuk mencari jalan keluar. Dalam situasi seperti ini, pasar energi dan stabilitas ekonomi dunia sering kali menjadi aktor tak terlihat yang ikut menentukan kapan perang harus berhenti.

Maka, membaca konflik Israel-AS versus Iran tidak bisa dilakukan dengan kacamata kuda yang hanya melihat rudal dan pesawat tempur. Perang modern adalah perang urat saraf, di mana kelima variabel di atas menjadi penentu durasi konflik.

Karenanya, perang ini tampaknya tidak akan berakhir dengan deklarasi kemenangan ala Washington atau Teheran, melainkan karena "kelelahan" para aktor perang. Dan pada saat kelelahan itu tiba, peran mediator akan menjadi penentu apakah konflik berhenti dengan bermartabat atau terus berlarut tanpa ujung, seperti di terowongan gelap tanpa cahaya di ujung.

Pungkasannya, perang Israel-AS vs Iran mengajarkan sebuah kebenaran lama yang acap terlupakan, yaitu kekuatan sejati sebuah bangsa tidak terletak pada apa yang dapat dihancurkannya, melainkan pada apa yang dapat dipertahankannya. Dan dalam hal ini, Iran mungkin memiliki “ekosistem pertahanan” yang mungkin tidak pernah diperhitungkan oleh jenderal perang di Tel Aviv dan Washington.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!