Konflik AS-Iran Berpotensi Meluas, ISI: Indonesia Harus Siap Hadapi Dampak Global

Minggu, 01 Maret 2026 - 21:24 WIB
Dari aspek diplomasi, Indonesia dinilai memiliki modal signifikan untuk berperan sebagai peace broker. Reputasi sebagai negara dengan populasi Muslim moderat, pengalaman kepemimpinan di ASEAN dan G20, serta hubungan baik dengan berbagai pihak menjadi kekuatan strategis yang dapat dimanfaatkan.

"ISI menekankan pentingnya diplomasi aktif, baik melalui forum multilateral maupun jalur dialog informal, guna mendorong de-eskalasi konflik," kata Aisha.

Baca juga: Iran Klaim 200 Tentara AS Tewas dan Terluka dalam Serangan Balasan

Sementara itu, dari sisi ekonomi, potensi gangguan terhadap ketahanan energi, pasar keuangan, dan rantai pasok global menjadi perhatian serius, terutama jika jalur pelayaran vital seperti Selat Hormuz terganggu. Mitigasi proaktif melalui diversifikasi sumber energi, stabilisasi pasar keuangan, serta penguatan produksi domestik sangat krusial untuk menjaga stabilitas nasional di tengah ketidakpastian global.

"Keselamatan WNI di kawasan konflik juga menjadi perhatian utama. Penguatan koordinasi lintas lembaga dalam pendataan, perlindungan, serta kesiapan evakuasi WNI, perlu dilakukan seiring meningkatnya risiko keamanan akibat potensi eskalasi militer," ujarnya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!