Regulator Mundur, IHSG Tersungkur: Ketika Krisis Kepercayaan Menghantam Pasar Modal
Selasa, 03 Februari 2026 - 08:15 WIB
Listya Endang Artiani, Ekonom Universitas Islam Indonesia. Foto: Ist
Listya Endang Artiani
Ekonom Universitas Islam Indonesia
PASAR saham bukan sekadar arena angka, melainkan arena kepercayaan. Harga bergerak bukan hanya oleh laba perusahaan, tetapi oleh keyakinan bahwa aturan main ditegakkan secara konsisten.
Karena itu, ketika sejumlah pejabat puncak di Otoritas Jasa Keuangan(OJK) dan Bursa Efek Indonesia(BEI) mengundurkan diri hampir bersamaan di tengah tekanan bursa, pasar merespons dengan bahasa yang paling lugas: aksi jual.
Pada hari perdagangan pertama Februari, Senin 2 Februari 2026, lonceng pembukaan bahkan belum genap satu jam ketika tekanan melebar di hampir seluruh sektor, layar perdagangan memerah, antrean jual menebal, dan Indeks Harga Saham Gabungan(IHSG) terperosok sekitar 4,88 persen menjadi 7.910,20 pada penutupan perdagangan pukul 15.50 WIB.
Ekonom Universitas Islam Indonesia
PASAR saham bukan sekadar arena angka, melainkan arena kepercayaan. Harga bergerak bukan hanya oleh laba perusahaan, tetapi oleh keyakinan bahwa aturan main ditegakkan secara konsisten.
Karena itu, ketika sejumlah pejabat puncak di Otoritas Jasa Keuangan(OJK) dan Bursa Efek Indonesia(BEI) mengundurkan diri hampir bersamaan di tengah tekanan bursa, pasar merespons dengan bahasa yang paling lugas: aksi jual.
Pada hari perdagangan pertama Februari, Senin 2 Februari 2026, lonceng pembukaan bahkan belum genap satu jam ketika tekanan melebar di hampir seluruh sektor, layar perdagangan memerah, antrean jual menebal, dan Indeks Harga Saham Gabungan(IHSG) terperosok sekitar 4,88 persen menjadi 7.910,20 pada penutupan perdagangan pukul 15.50 WIB.
Lihat Juga :