Kemendagri: Pentingnya Feasibility Study Pengembangan Layanan Kedaruratan 112

Senin, 02 Februari 2026 - 20:37 WIB
Pakar Pelatihan Contact Center Lusi yang mewakili Grace Heny menyoroti aspek SDM sebagai ujung tombak layanan. Dia mengusulkan kerangka kompetensi khusus dan perlunya perhatian terhadap kesehatan mental petugas yang rentan stres, serta pentingnya sertifikasi profesi untuk menjaga standar kualitas layanan.

Kegiatan FGD berlanjut pada sesi kedua dengan menghadirkan diskusi tentang alur eksisting dan pengembangan serta berbagai KPI/SLA Panggilan darurat yang dikemas mengalir melalui Simulasi Sistem.

Mengetengahkan empat skenario kejadian darurat termasuk peristiwa Banjir di Aceh, simulasi yang difasilitasi Ahli Komunikasi Bencana Bachtiar Hakim dan Bagian Perencanaan Ditjen Bina Adwil ini membedah alur penanganan panggilan sesuai kondisi eksisting dan membandingkannya dengan beberapa model pengembangan.

Beberapa isu strategis yang berhasil diidentifikasi dan didapatkan solusinya antara lain standardisasi berbagai SLA panggilan, mekanisme penanganan kejadian di wilayah perbatasan antarkota/kabupaten melalui integrasi sistem atau conference call.

Peran Pemerintah Provinsi dan Pusat dalam hal ini Kemendagri sebagai pusat pemantauan dan call taker serta dispatcher jika eskalasi kejadian meluas dan berdampak pada lintas kabupaten/kota.

Hasil dari FGD Tahap I ini, termasuk temuan dari sesi simulasi akan menjadi bahan vital dalam penyusunan dokumen Feasibility Study yang akan divalidasi pada tahap selanjutnya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!