Mayoritas Pengurus PBNU Tolak Pemakzulan, Pilih Ikuti Seruan Kiai Sepuh

Rabu, 10 Desember 2025 - 01:01 WIB
Rincian kehadiran memperlihatkan minimnya dukungan. Unsur Mustasyar hanya dihadiri 2 dari 29 orang, Syuriyah 20 dari 53 orang, Tanfidziyah 22 dari 62 orang, dan A’wan 7 dari 40 orang. Dari Lembaga PBNU hanya hadir 5 dari 18 lembaga, sementara Badan Otonom (Banom) hanya 2 dari 14 Banom. Artinya, lebih dari tiga perempat anggota memilih tidak datang, sebuah sinyal kuat bahwa langkah pemakzulan tidak mendapat dukungan luas di internal PBNU.

Sekretaris Jenderal PBNU Amin Said Husni menegaskan bahwa mayoritas pengurus tetap mengikuti arahan para kiai sepuh. "Mayoritas pengurus tetap loyal kepada dawuh kiai sepuh,” ujarnya, Selasa (9/12/2025) malam.

Amin juga menyebut rapat pleno tersebut tidak sah. "Rapat ini tidak sah karena menindaklanjuti keputusan Rapat Harian Syuriyah yang tidak sah."

Rapat Pleno 9 Desember sebenarnya digelar menindaklanjuti undangan 2 Desember yang bermuatan agenda penetapan Pejabat Ketua Umum PBNU tanpa melibatkan Ketua Umum aktif. Namun, Forum Sesepuh dan Mustasyar telah menyerukan agar agenda itu dihentikan sementara, sambil menunggu penyelesaian persoalan organisasi sesuai mekanisme AD/ART. Dukungan mayoritas pengurus terhadap seruan islah memperlihatkan bahwa NU menginginkan ketenangan, bukan konflik.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!