Peringatan Hari Disabilitas Internasional Jadi Momentum Kesetaraan HAM

Kamis, 04 Desember 2025 - 10:46 WIB


Dia memaparkan tiga komitmen utama pemerintah yaitu memastikan akses penuh terhadap layanan dasar, menempatkan penyandang disabilitas sebagai pemimpin dalam gerakan inklusi, dan menjadikan pemenuhan hak disabilitas sebagai tolok ukur moral kemajuan bangsa.



Negara gagal bila masih ada difabel yang terhalang mengakses pendidikan, layanan publik, atau perlindungan dari kekerasan. ‎"Kemajuan sejatinya bukan beton atau statistik, tetapi ketika martabat setiap warga dijaga," ucapnya.



Rekan Indonesia maupun Kementerian HAM menyoroti beragam kendala yang masih terjadi, mulai dari layanan inklusif yang belum merata, minimnya data akurat, hingga stigma sosial yang membatasi ruang hidup penyandang disabilitas. Keduanya sepakat perubahan hanya dapat dicapai bila pemerintah dan organisasi difabel bergerak bersama.



Ketua Rekan Indonesia Agung Nugroho menutup dengan lima komitmen yang perlu diwujudkan negara dan masyarakat di antaranya penghapusan diskriminasi, aksesibilitas standar, pelibatan difabel dalam kebijakan, ruang seni inklusif, dan penindakan terhadap kekerasan atau pengucilan. ‎"HAM bukan slogan, tetapi disiplin moral untuk memastikan tak satu pun manusia dipinggirkan," katanya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!